Berita » Safari Ramadhan Kepala Puslitbang TP ke Balitkabi

Marhaban Ya Ramadhan, di sela-sela padatnya agenda kerja, Kepala Puslitbang Tanaman Pangan (Dr. Andriko Noto Susanto) menyempatkan berkunjung ke Balitkabi. Silaturahmi Dr. Andriko dengan seluruh karyawan/karyawati Balitkabi  pada hari Senin 29 Mei 2017 sekaligus sebagai perkenalan Beliau sebagai Kepala Puslitbang TP yang baru yang dilantik pada 17 April 2017. Hadir dalam acara tersebut Kepala Balitkabi Dr. Joko Susilo Utomo, Pejabat Eselon 4, seluruh peneliti, teknisi, dan staf administrasi.

kapus

Tujuan besar Dr. Andriko dalam memimpin Puslitbang TP adalah “Mendaratkan inovasi teknologi VUB tanaman pangan di NKRI”. Dalam arahannya, Beliau menyampaikan beberapa hal yaitu: (1) Perlu keseriusan untuk mendukung kegiatan Badan Litbang, (2) Mendaratkan Inovasi Teknologi VUB, (3) Membangun Puslitbang TP menjadi lebih baik melalui peran dan dukungan dari UPT, (4) Corporate Management System (CMS) merupakan modal membangun kegiatan penelitian menjadi besar di lingkup Puslitbang TP, (5) CMS harus responsif, fokus, jelas, tindak lanjut tegas jelas dan lurus, tidak atomik, organisatoris, tujuan bersama, bekerja sama, (6) Tidak mengkritisi kebijakan yang ada sekarang ini tapi lebih pada mediasi atau menjembatani dan mendukung keberhasilan kebijakan tersebut.

Sebagai lembaga penelitian yang mempunyai mandat komoditas aneka kacang dan umbi, Balitkabi harus mampu menghasilkan lompatan teknologi. Utamanya kedelai yang saat ini menjadi komoditas prioritas pemerintah. VUB kedelai menjadi kekuatan utama mendukung ketersediaan dan produksi pangan. VUB harus bermutu baik baik genetis, fisiologis, maupun fisik. Hal yang perlu dicermati bahwa benih yang sudah dihasilkan (UPBS) harus dapat ditelusuri (berapa produksi dan tersebar ke mana saja) sehingga dapat terukur. Balitbangtan dikatakan sukses apabila inovasi VUB membumi di Indonesia. Inovasi benih harus didukung oleh rekomendasi teknologi.

Selain kegiatan penelitian, yang juga menjadi komponen penting dalam lompatan teknologi Balitbangtan adalah ketersediaan aplikasi (baik berbasis Web atau Android). Salah satu aplikasi yang masih cukup baik yaitu Kalender Tanam (KATAM) padi, dan perlu dilanjutkan aplikasi Katam untuk jagung dan kedelai.

“Kita khususnya ASN di lingkup Kementan harus memiliki jiwa korsa dan harus tertanam di setiap diri ASN. Dalam mendukung program pemerintah, kita harus dan wajib berjuang dengan segenap jiwa raga dan penuh dedikasi,” pungkas Dr. Andriko, menutup arahannya.

kapus1

 

BSK/KN