Berita » Sambang Tani Kedelai Pandaan melalui Kegiatan Bimtek Padat Karya

Pembukaan Bimtek oleh Camat Pandaan

Pembukaan Bimtek oleh Camat Pandaan

Bimbingan Teknis (Bimtek) Padat Karya tentang Teknologi Budidaya dan Pasca Panen Produksi Benih Kedelai tanggal 18 Maret 2021 dilaksanakan di Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Acara dihadiri oleh Camat Pandaan (Yudianto) beserta staf, Lurah Desa Tunggulwulung yang diwakili oleh Soleh Miskan, Ketua Gapoktan Desa Tunggulwulung (H.M. Soleh), dan enam Kelompok Tani (Poktan) di desa Tunggulwulung (Poktan Tungggul Makmur selaku tuan rumah, Poktan Ketemas, Poktan Tegal Waringin, Poktan Rejoso, Poktan Kedawung, dan Poktan Candi). Balitkabi diwakili oleh Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian (B.S. Koentjoro, S.P., M.Kom.) dan pemateri dari UPBS (Dr. Kartika Noerwijati dan Agus Supeno, A.Md.).

Menurut Yudianto, Desa Tunggulwulung sudah tidak diragukan lagi prestasinya di bidang pertanian. Tahun 1991 mendapat penghargaan tingkat nasional dari Presiden Soeharto dalam hal Insus Pola Tanam. “Pertanian sudah mendarah daging di desa ini”, kata Yudianto. “Dengan Bimtek ini, mari kita ambil manfaatnya dan bersyukur mendapat tambahan ilmu”, harap Yudianto lebih lanjut. Pangan tetap menjadi prioritas utama di tengah derasnya arus modernisasi dan pertambahan jumlah penduduk. Dengan lahan yang semakin sempit diharapkan peningkatan peran teknologi dalam peningkatan hasil pertanian.

M. Soleh selaku ketua Gapoktan, yang sudah banyak menelan asam garam usaha bidang pertanian, menyatakan bahwa peran bibit/benih unggul sangatlah penting. “Jaman dulu ada varietas kedelai yang namanya Wilis, masih bertahan ditanam hingga sekarang, sama halnya dengan varietas padi IR 64”, kata beliau. Kreativitas petani di lahan sangat diharapkan. “Generasi penerus harus paham bertani, ilmu mahal harganya, namun tetap harus kita cari untuk membuka wawasan terutama dalam bertani”, kata Muhammad Soleh dengan semangat. Bagamana caranya agar kedelai tidak mudah pecah. Menggali informasi dari petani sangatlah penting, agar inovasi yang dihasilkan sesuai dengan yang dibutuhkan.

Menanggapi apa yang diutarakan Ketua Gapoktan dan Camat Pandaan, Koentjoro menyampaikan bahwa Balitkabi memiliki tupoksi untuk merakit varietas baru. Saat ini ada sekitar 109 VUB kedelai dengan karakteristik masing-masing disesuaikan dengan permasalahan yang ada. Sebagai contoh, saat ini telah ada kedelai varietas Detap 1. Kedelai ini untuk mengatasi terjadinya kehilangan hasil, karena polongnya tahan pecah hingga beberapa hari setelah panen. Tiap hari orang butuh pangan. “Di masa pandemi, yang tetap berjalan adalah sektor pertanian dan memberi kontribusi positif terhadap sektor ekonomi”, kata Koentjoro. Oleh karena itu, Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo memerintahkan jajaran di bawahnya untuk “Sambang Petani” melalui kegiatan Bimtek. Ini adalah salah satu wujud perhatian Menteri Pertanian terhadap para petani yang merupakan ujung tombak pertanian.

Menginjak acara inti yaitu Bimtek, Kartika Noerwijati selaku narasumber menyampaikan materi “Teknologi Budi Daya Keledai dan Penanganan Pasca Panen Kedelai” didampingi tim UPBS Balitkabi, Agus Supeno. Petani dengan antusias mengikuti paparan yang disampaikan. Pada saat diskusi petani menyampaikan bahwa permasalahan utama yang dihadapi selama berbudidaya kedelai adalah masalah air, dan berdasarkan keterangan Perangkat Desa Tunggulwulung, tahun 2021 Desa Tunggulwulung mendapat bantuan untuk membuat sumur bor, sehingga masalah kelangkaan air saat bertanam kedelai dapat diatasi.

Permasalahan lain yang seringkali dikeluhkan petani adalah harga kedelai yang kurang memadai. Koentjoro menyampaikan bahwa hal tersebut bisa diatasi jika terdapat pemasaran yang jelas dan kontinu. Salah satu perusahaan kecap yang ada di Probolinggo, yaitu perusahaan kecap Cap Kipas Sate menawarkan kerjasama dengan petani untuk memasok kedelai varietas Detam 1. Bahan baku kecap Kipas Sate menggunakan Detam 1 yang selama ini dipasok dari Banyuwangi. Namun saat ini pasokan mengalami penurunan, sehingga pihak pabrik menawarkan kerjasama dengan petani, tentunya dengan kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak. Petani menyambut gembira adanya penawaran ini.

KN/AS

Penyampaian materi Bimtek oleh Dr. Kartika Noerwijati

Penyampaian materi Bimtek oleh Dr. Kartika Noerwijati

Peserta Bimtek Padat Karya (67 orang) di Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan

Peserta Bimtek Padat Karya (67 orang) di Desa Tunggulwulung, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan