Berita » Sayangi Bawahan Hormati Atasan adalah Bentuk Ketaqwaan

ustads_1

Islam selalu mengajarkan istimewanya silaturahmi. Silaturahmi mempererat ukhuwah, baik sesama umat Islam (ukhuwah islamiyah), persaudaraan bangsa (ukhuwah wathaniyah), dan sesama umat manusia (ukhuwah basyariyah/insaniyah). Dalam setiap silaturahmi kita perlu merenung untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT yang kita terima selama ini. Silaturahmi pascaramadhan, yang lazim disebut halal bihalal, merupakan tradisi khusus tahunan di Tanah Air NKRI. Oleh karena itu, pada halal bihalal ini merupakan saat tepat untuk merenung. Kesalehan berupa kedekatan intensif dengan Allah yang hanya sebulan, saat Ramadhan, seyogyanya dijereng menjadi sepanjang tahun, sehingga ibadah puasa yang luarbiasa dahsyatnya menjadi pondasi untuk semakin produktif dalam mengabdi. Demikian benang merah yang mengemuka dari Silaturahmi Idul Fitri Karyawan Balitkabi, bertema “Meningkatkan Keihlasan Pengabdian serta Kualitas Produktivitas Kerja sebagai Ejawantah Nilai Ketaqwaan”, Jumat, 24 Agustus 2012.

Silaturahmi tahun 2012 ini begitu semarak karena selain dihadiri oleh karyawan Balitkabi, Karyawan lima Kebun Percobaan, juga dihadiri oleh Anggota dan Pengurus Dharma Wanita Balitkabi, Anggota Polsekta Pakisaji, Kepala dan Staf dari Balitjestro, BPTP Jatim, Lolitsapi Grati, serta para Pensiunan Karyawan Balitkabi.

Para Undangan, Staf dan karyawan Balitkabi dan Staf lima Kebun Percobaan serta saat menyimak tauziyah dari Ustads Abubakar bin Ali LC.

Sayangi Bawahan Hormat Atasan

Ajakan untuk selalu bersyukur atas nikmat dari Allah swt adalah bentuk ibadah yang sesungguhnya sederhana dan murah. “Nikmat oksigen adalah bentuk betapa Allah sayang pada kita” tutur ustad Abubakar bin Ali LC. “Andaikan nikmat tersebut dicabut, lalu kita di Rumah Sakit. Betapa mahal biaya yang harus dikeluarkan”, lanjut ustad Abubakar yang SMA hingga sarjananya ditempuh di Arab Saudi ini. Makanya setiap waktu selalulah bersyukur, karena bersyukur itu merupakan buah ketaqwaan. Ketaqwaan tak melulu berdimensi vertikal (habbluminnallah), namun harus diimbangi dengan kesalehan sosial (habbluminnas) yang di dalamnya juga mencakup kesalehan profesional di tempat kerja. Dalam lingkungan pekerjaan maka substansi praktik ibadah bulan ramadhan perlu dipraktikkan sepanjang tahun. Di sinilah makna ukhuwah dan kesalehan profesional harus dijaga dan dipraktikkan. Salah satu uswah hasanah telah dipraktikkan Rasulullah. Ketika para sahabat berhitung Sahabat A yang menyembelih ternak, Sahabat B yang memasak, dan Nabi, yang oleh para sahabat diminta memandori, malah langsung bergerak mencari kayu bakar untuk memasak. “Jadi beliau tidak mau bermalas-malasan”. Bahkan dalam hal kerjasama, pertautan kasih sayang, dan penghormatan, lanjut Ustad Abubakar, Rasulullah justru bersabda sebagaimana dirawikan oleh Buchori dan Muslim, yang artinya: “Bukanlah umatku bila atasan tak menyayangi bawahan dan bukanlah umatku bila bawahan tidak menghormati atasan”.

Pejabat dan Orang Kaya Dilarang Sombong

Praktik ibadah untuk mendekat kepada Allah pada saat bulan puasa yang begitu intensif dan dahsyat harus meninggalkan makna mendalam bahwa kita sama di hadapan Allah. Pimpinan dan karyawan adalah sama kecuali pada fungsi dan perannya. Oleh karena itu ketaqwaan yang dipraktikkan di bulan suci tersebut perlu kita tarik dan terapkan untuk diri dan lingkungan kerja kita. Dan pada konteks ini kualitas produktivitas menjadi suatu keniscayaan pengabdian. Dan salah satu ciri taqwa adalah tidak sombong. “Masak Kepala Balainya tidak sombong karyawannya sombong”, tutur Pak Muchlis saat menyampaikan sambutannya. Bahkan jabatan dan kekayaan kan hanya sementara dimiliki. Oleh karena itu “Orang kaya dan pejabat dilarang sombong”, lanjut Pak Muchlish sambil tersenyum.

Suasana saling bermafaan tumpah keluar Aula Serbaguna Balitkabi pada Halal Bihalal Balitkabi, Jumat (24/8/2012).

Nah, mau lebih muttaqien (bertaqwa)? Mari tidak sombong, produktif dan semakin berkualitas, serta saling menyayangi dan menghormati.

Selamat Idul Fitri 1433 H, Minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin.