Berita » Segera Minta Maaf, Jangan Nunggu Idul Fitri

halal_1

Meminta maaf merupakan salah satu kebutuhan untuk menjaga kesempurnaan diri. Hal itu merupakan konsekuensi manusia dalam kaitan dengan hubungan antar-manusia (bablum minannas). Dalam hubungan tersebut selalu ada kesalahan yang terjadi, oleh karena itu meminta maaf merupakan upaya untuk membersihkan diri menuju kesempurnaan. Yang dimaafkan oleh Allah adalah kesalahan berkait denganNya. Kesalahan dengan sesama manusia harus dihapus lewat permintaan maaf pada yang bersangkutan. Oleh karena itu jika membuat kesalahan, segeralah meminta maaf kepada yang bersangkutan, jangan menunggu Idul Fitri. Demikian salah satu untaian hikmah halal bihalal yang disampaikan oleh Drs H Khusnul Fathoni MAg, pada halal bihalal keluarga besar Balitkabi, di Aula Balitkabi, Rabu (14/4).
Dalam kaitan dengan meningkatkan kesempurnaan diri, menurut Pak Fathoni, terdapat lima butir yang perlu dipegang oleh setiap orang agar senantiasa: (1) menjaga tutur kata, (2) menjaga makanan, (3) berkumpul dengan orang baik alias soleh, (4) menjaga jiwa tetap bersih, dan (5) menjaga hati. Tutur kata yang baik menjadi salahsatu indikasi kebaikan seseorang, sebagaimana pepatah Jawa “ajining diri ana ing lathi”. Makanan harus dipilih dalam dua ukuran: halal dan toyib (baik). Variasinya beragam: ada yang halal tapi tidak baik. Gula itu halal tapi bagi penderita diabetes melitus tidak toyib. Ada yang toyib tapi tidak halal. Karena itu pilih yang halalan sekaligus toyiban. Allah telah memberikan pernyataan makanan yang halalal bin toyiban dalam Al Baqoroh 168. Pembicaraan para penjudi berkutat pada perjudian, pembicaraan para pemabuk berkisar pada permabukan. Makanya berkumpul dengan orang saleh itu penting untuk meningkatkan kesalehan, karena pertemuan para sholihin akan membicarakan kebaikan.
“Menjalankan puasa sangat penting dalam menjaga kebersihan hati”, tutur Ustad Fathoni, Dosen dan Pembina di Pusat Pembinaan Agama (PPA) di Univ Brawijaya Malang. Puasa merupakan pendidikan lengkap yang penyelenggaraannya dan pahalanya dikelola oleh Allah. Ramadhan merupakan bulan pengampunan, bulan magfiroh, bulan saat kita diberi kesempatan Allah untuk membersihkan hati. Jika kemudian ditambah dengan menjaga hati, maka manusia akan menjadi bertambah sempurna pascapuasa ramadhan. Menjaga hati itu sangat penting sebagaimana dilantunkan oleh syair A’ak Gim, “Jagalah Hati Jangan Kau Nodai, Jagalah hati Lentera Illahi”, ungkap Pak Fathoni.
Mari menyegerakan minta maaf untuk menyempurnakan diri kita dalam hubungan kita dengan Allah dan dengan sesama manusia. AW