Berita » Selangkah lagi Vima 2 dan Vima 3 memperoleh Lisensi

Salah satu upaya untuk mempercepat alih teknologi hasil penelitian adalah dengan melakukan lisensi. Lisensi adalah izin yang diberikan oleh pemegang Perlindungan Varietas Tanaman (PVT), baik yang bersifat eksklusif maupun non eksklusif, kepada penerima lisensi berdasarkan perjanjian tertulis untuk menggunakan hak PVT yang masih dilindungi dalam jangka waktu dan syarat tertentu. Untuk saat ini yang disarankan oleh Balitbangtan adalah lisensi non eksklusif yaitu pemberian hak lisensi kepada lebih dari satu penerima lisensi dan penerima lisensi tidak berhak mengalihkan perjanjian ini untuk teknologi tersebut.

Pada tanggal 8 Juni 2017 bertempat di Balai Pengelola Alih Teknologi Pertanian (BPATP), telah dilakukan mediasi perjanjian lisensi non eksklusif untuk varietas kacang hijau Vima 2 dan Vima 3 antara Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) dengan PT East West Seed Indonesia (PT Ewindo). Hadir dalam mediasi tersebut Kepala Balitkabi (Dr. Joko Susilo Utomo), inventor Vima 2 dan Vima 3 (Dr. Rudi Iswanto), Kasubdit PHP Puslitbangtan (Ir. Haryo Radianto, M.Si.), Pihak PT Ewindo (Wakrimin, Joko Tri Bawono, dan Junaidi), AIP PRISMA (Niken Dhita dan Susanti) dan pihak BPATP (Dr. Toto Sutater dan Faruk). AIP PRISMA adalah mitra kerja PT Ewindo yang merupakan lembaga kemitraan Indonesia-Australia untuk peningkatan pendapatan petani melalui dukungan pasar.

vima

Mediasi ini merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya yang dilakukan di kantor PT Ewindo. Tindak lanjut pertemuan ini adalah pelatihan produksi benih oleh pemulia Balitkabi kepada petani binaan dan petugas lapang PT Ewindo yang diprakarsai oleh AIP-PRISMA. Point penting dari mediasi ini adalah adanya kesepakatan pihak terkait terhadap semua klausul perjanjian yang dibahas. Draft naskah lisensi akan dibahas di internal perusahaan sebelum dilakukan penandatanganan perjanjian.

Harapan dari pertemuan ini adalah adanya kesepakatan antara PT Ewindo dan Balitkabi untuk bersama-sama menyediakan varietas unggul kacang hijau sehingga tidak ada kelangkaan lagi di tingkat petani. Dengan tersedianya varietas unggul, diharapkan produktivitas meningkat dan penghasilan petani juga akan meningkat.

 

RI