Berita » Semangat Perlindungan Sumber Daya Genetik Lokal

Perhimpunan Ilmu Pemuliaan Indonesia (PERIPI) Komda Jateng-DIY menyelenggarakan Seminar Nasional Pemanfaatan Sumber Daya Genetik Lokal dalam Mendukung Keberhasilan Program Pemuliaan. Seminar sehari ini dilaksanakan di Gedung Taman Teknologi Pertanian (TTP) Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, dan diikuti oleh 53 pemakalah oral serta 27 poster.

Makalah yang disampaikan dalam seminar terdiri atas 6 kelompok komoditas yaitu tanaman padi, pangan, buah, sayur, kebun, dan hutan. Seminar juga dihadiri oleh mahasiswa dan Dekan Fakultas Pertanian beberapa perguruan tinggi di DIY antara lain: UGM, UPN, INSTIPER, dan Mercubuana. Prof. Dr. Ir. Sugiono, M.Sc. selaku Tim Ahli Indikasi Geografis, Kementerian Hukum dan HAM, hadir sebagai keynote speaker, dan mengangkat topik “Perlindungan Indikasi Geografis untuk Sumber Daya Genetik serta Produk SDG Lokal Spesifik Lokasi”.

Sumber daya genetik lokal merupakan kekayaan Indonesia yang seringkali luput dari perhatian sehingga tidak ada perlindungan yang ketat atasnya. SDG lokal seringkali dieksplorasi oleh pihak asing, kemudian dieksploitasi, dan hilang, tidak lagi menjadi milik kita. Bahkan Indonesia mengalami kerugian karena royalti atas kekayaan asli Indonesia tersebut, mengalir ke negara lain. Indonesia, sebenarnya telah memiliki peraturan-peraturan yang cukup untuk mengatur eksplorasi kekayaan lokal.

Peraturan Pemerintah no. 41/ 2006 merupakan salah satu contoh peraturan yang mengatur perizinan melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan peneliti asing di Indonesia. Peraturan-peraturan lain bahkan telah ada di LIPI, Badan Litbang, Komisi Keamanan Hayati dan instansi terkait lainnya.

Namun, perlu kedisiplinan dan kerja sama berbagai pihak dalam penerapannya. Hal-hal seperti ini, sangat perlu diketahui oleh para peneliti, khususnya peneliti muda, dan lebih khusus lagi peneliti bidang pemuliaan, untuk melindungi sumber daya genetik lokal Indonesia.

Seminar dilanjutkan dengan penyampaian makalah oral yang terdiri atas berbagai komoditas. Sebagian besar makalah mengangkat sumber daya genetik lokal Indonesia dan potensi pemanfaatan serta pengembangannya. Beberapa isu yang diangkat antara lain padi toleran lahan kering, padi aromatik, wijen, ubi kayu, anggrek, cabai, bawang merah, bawang putih dan lain-lain.

Balitkabi turut berpartisipasi dalam penyampaian makalah oral dengan topik penilaian plasma nutfah kedelai pada lahan salin. Seminar ditutup dengan penyampaian hasil seminar secara ringkas, serta hasil Kongres PERIPI Komda Jateng-DIY yang dilaksanakan di sela-sela acara seminar.

Penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ir. Sugiono, M.Sc. selaku keynote speaker (kiri), dan presentasi makalah dari Balitkabi oleh Pratanti Haksiwi Putri, S.P. (kanan).

Penyampaian materi oleh Prof. Dr. Ir. Sugiono, M.Sc. selaku keynote speaker (kiri), dan presentasi makalah dari Balitkabi oleh Pratanti Haksiwi Putri, S.P. (kanan).

Dalam Kongres PERIPI tersebut, telah terpilih susunan pengurus baru bagi PERIPI Komda Jateng-DIY. Dr. Bambang Supriyanto,S.P., M.P. Dosen Fakultas Pertanian UPN terpilih sebagai Ketua 1 dan Dr. Ir. Budi Laksono, M.P. dari Balai Penelitian dan Bioteknologi Tanaman Hutan terpilih sebagai Ketua 2. Dengan susunan pengurus baru PERIPI tersebut, diharapkan PERIPI Komda Jateng-DIY dapat aktif kembali dalam kancah ilmu pemuliaan di tingkat nasional.

PHP