Berita ยป Semangat Petani Takisung Menanam Kedelai Perlu Didukung

a_kalistung

Alih fungsi lahan pertanian ke sektor non-pertanian dan juga ke tanaman tahunan (perkebunan), merupakan salah satu masalah tersendiri untuk peningkatan produksi kedelai nasional. Jawa Timur, Jawa Tengah, dan beberapa provinsi lainnya masih menjadi penyumbang terbesar pemenuhan kebutuhan kedelai nasional.

Kalimantan Selatan, sebetulnya juga berpotensi sebagai pemasok kedelai nasional. Observasi yang dilakukan pemulia kedelai Balitkabi, Ir. Gatut-Wahyu Anggoto Susanto, M.P, menunjukkan bahwa Kabupaten Tanah Laut – Kalimantan Selatan, ternyata kondisi lahannya potensial untuk pengembangan tanaman kedelai. Di beberapa desa misalnya Sumber Makmur dan Gunung Makmur, dan beberapa desa sekitarnya, petaninya masih bersemangat untuk menanam kedelai. Konon menurut Ketua Kelompok Tani Karya Tani Makmur (Slamet), sejak daerah Takisung dihuni tahun 1953 para petani telah menanam kedelai hingga sekarang.


Diskusi dengan penyuluh dan pengamat hama (kiri); Balitkabi melakukan uji adaptasi kedelai di Takisung (tengah dan kanan)

Masa tanam kedelai di daerah tersebut biasanya pada awal musim hujan dan atau menjelang musim kemarau ke-1. Petani sangat berharap untuk masih menanam kedelai, sebab penjualan hasilnya mudah, namun harga jual kedelai yang relatif rendah menyebabkan keuntungan usahatani kedelai menjadi kecil. Tapi yang perlu diacungi jempol, para petani tetap bersemangat menanam kedelai.

Mereka perlu dukungan!

G.Wahyu/MMA/AW