Berita » Seminar Pengendalian Kutu Putih pada Ubi Kayu

Atas undangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), pada 24 September 2014, Dr. Nasir Saleh menjadi pembicara pada seminar Kutu Putih Singkong vs Parasitoid: Pengelolaan hama asing invasif berbasis ekologi di Bogor. Seminar dihadiri lebih kurang 50 peserta yang terdiri atas perwakilan CIAT Vietnam (Dr. Kris Wyckhuys), FAO Thailand (Dr. Jan Ketelar), staf Department of Agriculture (DOA) Thailand (Ms. Areewan), Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), staf Perguruan Tinggi (IPB, UB, UNEJ), staf peneliti Balai Penelitian/Pengkajian (Balitkabi, BPTP Jawa Tengah, BPTP Jawa Timur), Pusat Karantina, Dinas Pertanian, penyuluh/Petugas Pengamat Hama dan kelompok tani. Prof. Dr. Ernan Rustandi, Dr. Mat Syukur mendengarkan penjelasan dari Prof.Dr. Aunu Rauf (kiri), Uji adaptasi terbatas parasitoid dalam kurungan
kasa di lapang (kanan).
Tujuh makalah yang dibahas pada seminartersebut, yaitu:

  1. Kebijakan Pengembangan singkong di Indonesia (Dr. Maman Suherman MM, Direktur Budidaya Akabi).
  2. Profile and Problems of cassava production in Indonesia with special reference on pest and diseases of cassava. (Dr. Nasir Saleh, Balitkabi Malang)
  3. Gerakan Nasional Singkong sejahtera Bersama (Suharyo Husen, SE., MBA Masyarakat Singkong Indonesia (MSI).
  4. Invasive mealybug on Cassava (Dr. Kris Wyckhuys, CIAT Vietnam)
  5. Parasitoid release and farmers field school as integral component of mealybug management in Southeast Asia (Dr. Jan Katelar, FAO Thailand).
  6. Thailand experiences in mass-rearing of parasitoid ( Miss Areewan)
  7. Hama kutu putih singkong di Indonesia dan upaya pengendaliannya dengan parasitoid A. lopezy.

Seminar dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian IPB (Prof.Dr. Ernan Rustandi) mewakili Rektor IPB yang menekankan pentingnya kerjasama dalam dan luar negeri dalam mengendalikan hama invasif pada ubi kayu. Dari paparan dan diskusi dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu:

  1. Hama kutu putih (P. manihoti) merupakan hama invasif pada tanaman ubi kayu yang dapat menurunkan hasil 30-80%, oleh karena itu perlu segera dikendalikan.
  2. Hama tersebut aslinya berasal dari Amerika Selatan dan telah menyebar ke hampir semua negara penghasil ubikayu. Di Indonesia, populasi dan serangan hama yang berat pada ubi kayu terjadi pada tahun 2011.
  3. Berbagai usaha pengendalian telah dilakukan untuk menekan P. manihoti, namun hasilnya kurang memuaskan.
  4. Di Afrika dan Thailand, parasitoid A. lopezy terbukti secara efektif menekan populasi dan kerusakan oleh kutu putih. Kutu tersebut bersifat sangat spesifik, hanya memarasit P. manihoti dan aman terhadap lingkungan.
  5. Belajar dari pengalaman negara-negara penghasil ubi kayu di Afrika dan Thailand dalam mengendalikan hama kutu putih dengan menggunakan pasitoid Anagyrus lopezy, maka Departemen Proteksi FP IPB (dengan Ketua Tim Prof. Dr. Aunu Rauf), bekerjasama dengan CIAT Vietnam, FAO Thailand dan DOA Thailand, telah mendatangkan parasitoid A. lopezy dari Thailand.
  6. Setelah dilakukan penelitian yang intensif, maka disimpulkan bahwa parasitoid A. lopezy efektif menekan populasi P. manihoti.
  7. Kedepan parasitoid tersebut akan terus dikembangkan dan dimanfaatkan sebagai agensia pengendali hama kutu putih ubi kayu.

Seminar ditutup oleh Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi dan Inovasi (Dr. Mat Syukur) dengan harapan agar parasitoid tersebut dapat segera dikembangluaskan untuk mengendalikan hama kutu putih di Indonesia. Selesai acara penutupan dilanjutkan acara melihat Uji adaptasi parasitoid terbatas (di dalam kurungan kasa) di lapangan. NS/AW