Berita » Seminar Proposal Penelitian, Salah Satu Ajang Pembinaan Calon Peneliti

intern

Pembinaan calon peneliti dalam rangka meningkatkan kemampuan dan rasa keingintahuan yang tinggi dalam melakukan penelitian menjadi bagian penting program kerja Tim SDM. Melalui kegiatan ini calon peneliti diharapkan mampu merancang, menyampaikan, dan melakukan kegiatan penelitian dengan baik dan benar, bermutu, dapat dipertanggungjawabkan, serta bermanfaat bagi pengguna. Untuk melaksanakan program tersebut, pada awal tahun 2016 Balitkabi melakukan pembinaan terhadap tiga calon peneliti yaitu B.S. Koentjoro, S.P., M.Kom., Rina Artari, M.Biotech, dan Siti Mutmaidah, S.P. Pada proses pembinaan ini calon peneliti diwajibkan menyusun dan mempresentasikan rencana usulan penelitian di hadapan para peneliti dan pejabat struktural Balitkabi. Calon peneliti kemudian diberi saran dan komentar untuk memperbaiki rencana usul penelitian yang dipresentasikan. Pembinaan dilaksanakan di Aula Balitkabi pada Kamis, 28 Januari 2016 yang dihadiri oleh Kepala Balai, Pejabat Struktural, dan para Peneliti Senior maupun Junior dari semua kelompok Peneliti. Acara dipandu oleh Dr. Muchdar Subarjo dan beberapa peneliti senior ditunjuk sebagai pembahas.

Dr. Didik Harnowo selaku Kepala Balitkabi menyampaikan bahwa seorang peneliti seharusnya memiliki semangat yang tinggi untuk menggali ilmu pengetahuan yang terus berkembang, mengenali dan mendalami setiap permasalahan yang timbul di sekitarnya, serta berusaha menyelesaikan permasalahan yang dituangkan dalam bentuk rencana penelitian. Untuk mewujudkan hal tersebut, peneliti perlu membangun jaringan kerja yang luas baik dengan sesama peneliti di berbagai institusi maupun dengan para stakeholder dan masyarakat. Peneliti juga harus menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran dan rasa tanggung jawab, sehingga dapat menjadi peneliti yang handal dan kredibel baik di kancah nasional maupun internasional. Presentasi rencana penelitian sesi pertama disampaikan oleh Calon Peneliti B.S. Koentjoro, S.P., M.Kom. dengan judul penelitian “Integrasi Sistem Informasi Geospasial dengan Model Simulasi untuk Perkiraan Potensi Hasil Kedelai di Jawa Timur”. Dalam proposal ini dituangkan rencana rancangan model simulasi perkiraan potensi hasil kedelai di Jawa Timur yang dihubungkan dengan kondisi lingkungan seperti perubahan iklim, suhu, curah hujan, dan intensitas cahaya matahari, pada suatu daerah dan waktu tertentu. Model ini juga dapat diaplikasikan untuk berbagai komoditas selama data dukung awal yang dibutuhkan tersedia. Model ini sangat bermanfaat karena dapat menduga kemungkinan potensi hasil kedelai di daerah tertentu sesuai kondisi lingkungan daerah tersebut. Informasi dari model ini dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan baik bagi petani maupun stakeholder. Penelitian model simulasi ini sangat menarik karena pertama kali dikembangkan dan akan memperkaya pengetahuan di Balitkabi. Proposal kedua disampaikan oleh Rina Artari, M.Biotech. dengan judul “Skrining Plasma Nutfah Kedelai Adaptif Pasang Surut Tipe B”. Proposal penelitian ini didasari oleh semakin meningkatnya permintaan kedelai, sedangkan lahan optimal semakin terbatas. Pemanfaatan lahan suboptimal dan perakitan varietas kedelai adaptif lahan-lahan suboptimal menjadi kunci utama dalam upaya pengembangan lahan dan peningkatan produksi hasil pertanian. Melalui proposal penelitian ini peneliti berharap dapat menghasilkan plasma nutfah yang toleran terhadap cekaman lingkungan lahan pasang surut. Proposal terakhir disampaikan oleh Siti Mutmaidah, S.P. dengan judul “Faktor-faktor Produksi yang mempengaruhi Usaha Tani Kacang Komak dan Kontribusi Ekonomisnya”. Kacang komak merupakan komoditas potensial untuk dikembangkan sebagai bahan substitusi sumber protein selain kedelai dan kacang hijau. Untuk itu perlu kajian secara menyeluruh tentang faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya kacang komak dan dampak budidaya kacang komak terhadap pendapatan petani. Dalam pembahasan proposal penelitian tersebut, para pembahas dan peneliti senior menyampaikan apresiasi yang tinggi karena calon peneliti dapat mempresentasikan proposal penelitian secara teratur dan esensi penelitian yang disampaikan cukup menarik yang apabila dilaksanakan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan di Balitkabi.

PHP/Sutrisno