Berita » SERGAP (Serap Gabah Petani)

Bapak Menteri Pertanian Dr. Ir. H. A. Amran Sulaeman, M.P. pada tanggal 15 Maret 2016 bersama Bapak Kabadan Litbang Pertanian (Dr. M. Syakir), Gubernur Sulawesi Selatan (Dr. Syahrul Yasin Limpo), Pangdam VII Wirabuana (Mayjen Agus Surya Bhakti), Ka. Drive Bulog Sulsel, Kapolda Sulsel melakukan panen raya padi di Desa Pa’rasangang Beru, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar.

Panen padi kali ini mencapai 10 hektar dari total luas 350 ha di Desa Pa’rasangang Beru, sedangkan di Kecamatan Galesong sendiri total seluas 2.000 ha. Pada kesempatan panen raya ini, Bapak Mentan memberikan bantuan Alsintan sebanyak 36 unit traktor roda dua.

Bantuan traktor dari Bapak Mentan ke beberapa petani di Kec. Galesung.

Bantuan traktor dari Bapak Mentan ke beberapa petani di Kec. Galesung.

Selain itu, Pak Amran juga memberikan bantuan benih padi Inpari 10 sebanyak 50 kg (FS/SS), Inpago 20 kg (BS), Inpago 10 (20 kg), Inpari 24 (20 kg), Inpari 30 (100 kg), Inpari 31 (50 kg), Inpari 32 (100 kg), dan Inpari 33 (50 kg). Bantuan benih kedelai varietas Anjasmoro dan Argomulyo kelas SS masing-masing 1 ton dan benih jagung hibrida Bima 19 URI 1 ton dan Bima 20 URI 1 ton.

Bapak Menteri Pertanian Dr. Ir. H. A. Amran Sulaeman, M.P. (kiri) dan Gubernur Sulsel Dr. Syahrul Yasin Limpo (kanan).

Bapak Menteri Pertanian Dr. Ir. H. A. Amran Sulaeman, M.P. (kiri) dan Gubernur Sulsel Dr. Syahrul Yasin Limpo (kanan).

Tim serap gabah petani Provinsi Sulawesi Selatan yang diterjunkan untuk memantau hasil panen tahun 2016 ini tidak tanggung-tanggung yaitu terdiri dari Penyuluh Pertanian PNS 1.724 orang, Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TB-PP) berjumlah 718 orang, kelompok tani sebanyak 37.173 kelompok, Gapoktan 2.616, dan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) sebanyak 709.

Bapak Pangdam VII Wirabuana Agus Surya Bhakti (kiri) dan Bupati Takalar Dr. Burhanudin (kanan).

Bapak Pangdam VII Wirabuana Agus Surya Bhakti (kiri) dan Bupati Takalar Dr. Burhanudin (kanan).

Program ini bekerjasama dengan Bulog yang diharapkan dapat menjamin petani menerima harga yang pantas sehingga menguntungkan. Bapak Bupati Takalar menyampaikan bahwa pendapatan masyarakat petani di Takalar meningkat 100%, dengan program sergap ini pendapatan akan lebih meningkat lagi.

Namun dalam program peningkatan produksi tahun 2015 kemarin para petani masih menemui berbagai kendala meliputi:

  1. kelangkaan benih pada waktu tanam,
  2. masih sering mengalami tanam terlambat karena alat pertanian yang dipunyai petani kurang memadai, dan
  3. mahalnya upah buruh.

Dengan harapan yang besar, Bapak Bupati memohon kepada Bapak Mentan untuk dapat diberi bantuan alsintan agar para petani lebih giat lagi dalam menyukseskan swasembada pangan. Sementara itu, sambutan Bapak Pangdam VII Wirabuana cukup singkat yaitu, ketahanan bukan hanya mempertahankan diri dari musuh akan tetapi termasuk menyelamatkan pangan rakyat.

Oleh karena itu, rakyat bersama TNI akan kuat sedangkan TNI bersama rakyat akan sejahtera, jika sejahtera maka keamanan pangan terjamin. Pada akhir sesi Bapak Mentan menyampaikan statemen bahwa “Barangsiapa melakukan permainan harga pada panen ini akan berhadapan dengan saya”. Bukannya bantuan benih, alsintan dan asuransi yang akan kuserahkan kepada kalian semua, namun nyawa ini rela dikorbankan demi ketahanan pangan di Bumi Pertiwi Indonesia yang kita cintai ini.

YP