Berita » Sesba Balitbangtan Kunjungi KP Muneng

Kunjungan Sekretaris Balitbangtan beserta tim di KP Muneng.

Kunjungan Sekretaris Balitbangtan beserta tim di KP Muneng.

Jumat 2 November 2018, Sekretaris Balitbangtan (Sesba) Dr. Ir. Muhammad Prama Yufdy, M.Sc berkenan hadir di KP Muneng Probolinggo didampingi Kepala Biro Umum Drs. Edy Sugiyanto. Kunjungan tersebut dihadiri Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Balitkabi beserta jajarannya termasuk lima Koordinator Kebun Percobaan lingkup Balitkabi, Kepala Lolit Sapo, Koordinator KP Cukur Gondang, dan konsultan pembangunan KP Muneng Probolinggo.

Acara berjalan santai, didahului kunjungan ke lahan KP Muneng untuk melihat progres pembangunan gedung pengganti KP Muneng. Dilaporkan sampai saat ini realisasi fisik sudah mencapai 30%, diharapkan sampai akhir Desember 2018 sosok bangunan pengganti bisa selesai. “Konsultan dan tim teknis Balitkabi harus terus berkoordinasi agar bangunan gedung pengganti sesuai dengan spesifikasi yang telah disepakati, termasuk juga jangka waktu pengerjaannya,” kata Sesba. Selain itu Sesba juga melihat calon lahan di KP Muneng yang akan digunakan oleh Balitbu untuk perluasan lahan plasma nutfah mangga. Dalam arahan di lapang, Sesba tak henti-henti menyampaikan bahwa koordinasi sangat penting agar semua kebutuhan Kebun Percobaan bisa terakomodasi. Oleh karena itu secara khusus disampaikan kepada tim dari KP Cukur Gondang untuk segera berkoordinasi dengan konsultan dan tim teknis Balitkabi terkait penataan lahan, termasuk jaringan irigasi dan bangunan yang dibutuhkan.

sesba1

Selesai kunjungan lapang, acara dilanjutkan diskusi di kantor sementara KP Muneng. “Inti dari Badan Litbang adalah kebun percobaan,” kata Seba. Kebun percobaan harus mampu menampilkan inovasi-inovasi teknologi yang bisa sebagai bahan rujukan oleh petani. Lebih gamblang disampaikan apabila di lahan petani sudah mengalami kekeringan, lahan kebun percobaan harus tetap terlihat hijau. Caranya aadalah harus dibangun sistem pengairan yang memadai. Sumur dalam, embung, dan saluran irigasi harus dibuat sedemikian rupa agar pertanaman tidak sampai mengalami kekeringan. Kita harus berkoordinasi antar institusi terkait, agar permasalahan yang timbul bisa teratasi. Kesulitan tenaga kerja tidak boleh dijadikan alasan karena sudah ada alat mekanisasi. Kekurangan tenaga administrasi jangan menjadi penghambat karena sudah ada komputer.

“Kebun percobaan harus menampilkan pertanaman sesuai dengan tupoksinya agar nanti target PNBP dapat menjadi PNBP fungsional, sehingga bisa dimanfaatkan kembali oleh kebun untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya,” pesan Sesba, sebelum meninggalkan KP Muneng. Kita harus berhati-hati terhadap aturan, jangan sampai terjadi pelanggaran, lanjutnya. Selesai acara di KP Muneng, kegiatan selanjutnya adalah mengunjungi KP Banjarsari (Balitjestro), KP Cukur Gondang (Balitbu), dan diakhiri di Lolitsapo Pasuruan.

sesba2

RI