Berita » Share Knowledge Peneliti LIPI di Balitkabi

1Membuka Seminar Internal Balitkabi pada 20 September 2018 di Aula Balitkabi, Prof. Didik Harnowo menyampaikan bahwa ketergantungan dunia pada plastik sangat luar biasa. Hal tersebut dibenarkan oleh Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah dari Loka Penelitian Teknologi Bersih, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang menyampaikan data tahun 2014 bahwa penggunaan plastik cukup tinggi yaitu tidak kurang dari 10 kg plastik/orang pertahun dan semakin meningkat setiap tahunnya. Penggunaan plastik paling banyak untuk kemasan makanan, yaitu sekitar 60%. Hal ini menimbulkan masalah karena sampah plastik dari bahan baku minyak bumi membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Terobosan baru sebagai solusi dari masalah tersebut adalah dengan menggunakan biodegradable plastic (Bioplastik). Seminar internal Balitkabi kali ini bertujuan untuk sharing pengetahuan dan penjajakan kerjasama antara peneliti LIPI dan peneliti Balitkabi. Materi yang disampaikan oleh empat narasumber, adalah: (1) Sintesa dan Karakterisasi Bioplastik Berbahan Pati (Starch), oleh Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah (LIPI), (2) Aspek BioDegrabilitas Bioplastik, oleh Rossy Choerun Nissa (LIPI), (3) Studi Varietas Ubi Kayu Yang Sesuai Dengan Kebutuhan Pengembangan Bioplastik, oleh Dr. Sholihin (Balitkabi), dan (4) Keragaman Aneka Umbi, oleh Joko Susilo Utomo, PhD.

Pada presentasinya Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah menyampaikan progres penelitian Bioplastik yang dikerjakan oleh Tim dari LIPI. Penelitian yang dirintis dari tahun 2016 tersebut antara lain: Effect of Plastisizer (Glycerol), additional palm oil as water resistance, dan Extruding, Compunding with Other Material dan mendapatkan hasil Identifikasi sifat-sifat pati, Formulasi Bioplastik, dan Pelletizing. Selanjutnya pada tahun 2019 akan dilanjutkan dengan pembuatan produk bioplastik.

Selanjutnya Rossy Choerun Nissa (LIPI) menyampaikan aspek biodegrabilitas bioplastik, yang diawali dengan menyampaikan Mekanisme Biodegradasi yang terdiri dari dua tahap, yaitu: tahap 1 : degradasi kimia dan tahap 2: serangan mikroorganisme dan aktivitas enzim (intraselular & ekstraselular). Kemudian dilanjutkan dengan penjelasan mengenai Standard Uji Biodegradable (ISO 14851, ISO 14852, ISO 14855, dan ASTM G21-70). ASTM G21-70 adalah standard Uji Biodegradable yang digunakan oleh LIPI.

Menanggapi sharing pengetahuan dari LIPI, peneliti Balitkabi diwakili oleh Dr. Sholihin (Pemulia Ubikayu) dan Joko Susilo Utomo, PhD (Peneliti Pasca Panen) memaparkan beberapa varietas ubikayu yang mempunyai karakter sesuai dengan kriteria pengembangan bioplastik, dan peluang untuk merakit varietas dengan kandungan amilopektin tinggi dan zero amilosa. Dipaparkan pula Keragaman Aneka Umbi selain ubi kayu untuk membuka peluang kemungkinan sebagai alternatif bahan pembuatan bioplastik.2

Pada sesi diskusi beberapa peneliti Balitkabi menyampaikan bahwa materi yang disampaikan oleh LIPI cukup menarik dan dapat membuka wawasan baru mengenai bioplastik. Salah satunya Dr. Muchdar yang menanyakan kepada narasumber dari LIPI berapa banyak negara maju menggunakan bioplastik, dan mana yang lebih menguntungkan penggunaan umbi yg digunakan sebagai materi bioplastik atau untuk bahan pangan.

Dari share knowledge ini diharapkan dapat berlanjut dan dituangkan dalam bentuk kerjasama antara LIPI dengan Balitkabi. Menanggapi hal tersebut Dr. Akbar Hanif Dawam Abdullah menyampaikan Kerjasama Penelitian yang diharapkan dari balitkabi adalah dari segi Pemuliaan Ubikayu sebagai bahan baku pembuatan Bioplastik.

BSK dan WR