Berita » Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Program Penyuluhan Pertanian Daerah

litkajiDengan terbitnya Permentan No. 19 Tahun 2017, BPTP mendapatkan tugas baru untuk meningkatkan perannya dalam melakukan pembimbingan penyusunan program penyuluhan daerah, termasuk juga peningkatan kapasitas penyuluh. Oleh karena itu, untuk memadupadankan substansi program penyuluhan pertanian Provinsi Jatim dengan ketersediaan inovasi pertanian di Balitbangtan, dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertemakan “Sinkronisasi Materi Hasil Litkaji dan Program Penyuluhan Pertanian Daerah” bertempat di Hotel Alana Surabaya pada 19 Juli 2018 yang diikuti oleh peneliti dan penyuluh BPTP Jatim, peneliti dari UPT Balitbangtan lingkup Jatim lainnya (Balittas, Balitjestro, Balitkabi, dan Lolit Sapi Potong Grati), Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, Balitbangda Provinsi Jatim, Perhimpunan Penyuluh Pertanian (Perhiptani) Provinsi Jatim, KTNA Provinsi Jatim, serta perwakilan perbankan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kanwil Surabaya.

FGD diawali dengan pembukaan oleh Kepala BPTP Jatim yang diwakili oleh Prof. Suyamto, yang dilanjutkan dengan presentasi materi FGD dan diskusi. Dua materi FGD meliputi (1) Pemaparan Teknologi Pertanian Hasil Litkaji Balitbangtan yang disampaikan oleh BPTP Jatim dan (2) Contoh Rencana Kegiatan Penyuluhan Pertanian Provinsi Jatim tahun 2017 yang disampaikan oleh Pokja Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim. Di samping itu, sebagai bahan diskusi disampaikan juga (1) Strategi pembangunan tanaman pangan di Jatim tahun 2019 dan program pengembangan hortikultura Jatim tahun 2018 oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, (2) Program dan kebijakan peternakan di Jatim oleh Dinas Peternakan Provinsi Jatim, (3) Scheme pembiayaan usaha pertanian dan peternakan oleh BRI Kanwil Surabaya, (4) Kendala dalam penyusunan program penyuluhan di tingkat provinsi pasca otonomi daerah oleh Perhiptani, dan (5) Perlunya legalitas bagi penyuluh swadaya dalam mendukung penderasan diseminasi inovasi teknologi pertanian kepada petani oleh KTNA.

Dalam pemaparan Teknologi Pertanian Hasil Litkaji Balitbangtan oleh BPTP Jatim disampaikan berbagai inovasi pertanian yang merupakan hasil penelitian dan pengkajian UPT Balitbangtan lingkup Jatim untuk berbagai komoditas yang mencakup aspek budi daya tanaman padi, jagung, kedelai, sorgum, bawang merah, bawang putih, cabai merah dan rawit, jeruk, tebu, ayam, sapi, dan pakan ternak, serta diversifikasi pengolahan hasil komoditas bawang merah, bawang putih, dan cabai.

Beberapa keunggulan dari inovasi pertanian yang disampaikan mencakup peningkatan produksi, perbaikan kualitas produksi, peningkatan efisiensi, peningkatan pendapatan, peningkatan nilai tambah, dan peningkatan produktivitas lahan. Inovasi teknologi Balitkabi adalah teknologi budi daya kedelai yang pada tahun 2018 sedang didiseminasikan oleh Balitkabi melalui kegiatan Gelar Lapang Inovasi Pertanian (GLIP), diantaranya Budesari, Budena, Budesa, Budenopi, dan Biodetas serta teknologi produksi benih kedelai. Untuk mendukung kegiatan penyuluhan di daerah, UPT Balitbangtan lingkup Jatim akan menyediakan: (1) leaflet inovasi teknologi, (2) benih dan bibit varietas unggul baru, (3) saprodi seperti pupuk hayati dan biopestisida, serta (4) tenaga pendamping.

litkaji1

Kegiatan FGD ini masih akan berlanjut agar program penyuluhan yang akan disusun oleh Pokja Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim dapat benar-benar disinkronkan dengan program dinas-dinas teknis yang di dalamnya sudah mencakup program strategis Kementan, program dinas teknis sendiri serta kebutuhan petani dan materi hasil litkaji yang telah dimiliki oleh BPTP/ Balitbangtan.

DAAE