Berita » Siswa RSBI SMPN Kraksaan Dalami Pemanfaatan Ilmu Biologi

smk_kraksaan_4

Sebanyak 81 siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP Negeri 1 Kraksaan Probolinggo berkunjung ke Balitkabi Senin siang, 13/2/2012. Para siswa bersama empat guru/pembimbing menginginkan penjelasan tentang ilmu biologi dalam kaitannya dengan penerapannya di bidang pertanian. Karena walau mendapat pelajaran biologi mereka belum tahu secara jelas arah lanjutan ilmu biologi. “Ke arah mana jurusan pelajaran biologi, kami belum tahu pak?” kata salah satu siswa. “Pelajaran biologi itu sangat penting. Biologi itu ilmu kehidupan”, tutur Pak Achmad Winarto Staf Jaslit yang menerima mereka. Hampir sebagian besar ilmu pertanian itu dasarnya adalah ilmu biologi. Seorang pemulia tanaman, peneliti hama dan penyakit, atau peneliti budidaya tanaman harus paham biologi tanaman. Misalnya, seorang pemulia tanaman akan merakit varietas unggul kedelai yang hasilnya tinggi dan umurnya genjah (pendek). Maka pemulia tersebut harus paham sifat-sifat calon tetua (jantan dan betina) yang memiliki sifat/karakter hasil tinggi dan tetua yang umurnya genjah. Mereka memilih tetua yang unggul, lalu disilangkan. Dari persilangan akan menghasilkan varietas kedelai baru yang memiliki sifat unggul (hasil tinggi, umur genjah) yang merupakan campuran sifat unggul tetuanya. Demikian juga untuk mengendalikan hama, peneliti hama harus paham tentang biologi serangga, bagian tanaman yang diserang, umur tanaman diserang, musuh alaminya, dan sebagainya. Karena kalau tidak mengetahui biologi mereka tidak akan bisa menentukan teknik mengendalikannya. Ilmu Bioteknologi yang menggunakan teknik canggih pun dasarnya adalah biologi. ”Jadi ilmu biologi itu sangat penting, oleh karena itu anak-anak meski mendalaminya” ajak pak Win.


Para siswa RSBI dari SMP Negeri 1 Kraksaan Probolinggo mencermati penjelasan di Balitkabi

Agar anak-anak paham bahwa umbi yang sehari-hari dikenal mereka hanya dalam bentuk ubi-rebus, ubi-goreng dan beberapa penganan tradisional, dapat diproses menjadi produk olahan bergengsi dan bernilai ekonomi, para siswa disuguhi eskrim ubijalar. Lalu mereka juga dibawa tamasya pengolahan pangan di Lab Pangan. Di sini, mereka dipandu oleh Suprapto, S.P., dan Lina Kusumawati, S.Si. Mereka juga dibawa tamasya perbenihan untuk melihat prosesing benih di UPBS, serta melihat pertanaman plasma nutfah ubikayu di KP Kendalpayak.


Pak Winarto (tengah) saat memberikan penjelasan sambil memberikan motivasi kepada para siswa.