Berita » SL-Mandiri Benih Kedelai di Sumatera Utara

Pendampingan SL-Mandiri Benih Kedelai di Sumatera Utara dilaksanakan bersama-sama dengan pendamping dari BPTP Sumatera Utara, pada tanggal 18 Mei 2017 bertempat di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat. SL-Mandiri benih diikuti kurang lebih 50 orang, meliputi pendamping dari BPTP Sumatra Utara, Dinas Pertanian, BPSB, Penangkar, dan Petani.

Hamparan 10 varietas unggul kedelai pada LL-Mandiri Benih Kedelai di Sumatera Utara.

Hamparan 10 varietas unggul kedelai pada LL-Mandiri Benih Kedelai di Sumatera Utara.

Acara pendampingan diawali dengan kunjungan ke lokasi Laboratorium Lapang (LL) Mandiri Benih kedelai. LL-Mandiri benih kedelai seluas satu hektar dengan menampilkan 10 varietas unggul kedelai. Lokasi LL-Mandiri Benih kedelai berada di antara hamparan produksi benih dasar (FS) kedelai seluas 15 ha, yang bertempat di Desa Tanjung Jati, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, di antara tegakan tanaman sawit berumur sekitar 2 tahun. Pada kunjungan ke laboratorium lapang, peserta diperlihatkan tampilan 10 varietas (Devon 1, Dena 1, Kaba, Grobogan, Burangrang, Anjasmoro, Argomulyo, Demas 1, Dering 1, dan Gema) dengan harapan penangkar dan petani dapat memilih varietas yang dikehendaki.

Penjelasan dan praktek roguing oleh Pendamping dari Balitkabi dan petugas BPSB.

Penjelasan dan praktek roguing oleh Pendamping dari Balitkabi dan petugas BPSB.

Acara dilanjutkan diskusi dengan narasumber di rumah salah satu penangkar benih (Bapak Sartono). Acara diskusi diawali dengan pembukaan oleh Kepala BPTP Sumatra Utara yang diwakili oleh ibu Dr. Khadijah dan sambutan Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Binjai. Acara selanjutnya adalah penyampaian materi tentang “Teknik Produksi Benih Sumber Kedelai” oleh narasumber dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Ir. Suhartina, M.P. dan Dr. Titik Sundari, M.P.), serta penyampaikan materi “Sertifikasi Benih Sumber Kedelai” oleh narasumber dari BPSB (Bapak Rajikan, S.P.), dilanjutkan dengan diskusi.

Permasalahan yang menjadi perhatian para penangkar dan petani kedelai adalah pascapanen, terutama berkaitan dengan penjemuran yang menghadapi kendala hujan, serta masalah harga. Penangkar dan petani berharap, harga calon benih adalah Rp10.000.

Semoga harga kedelai semakin bersahabat, sehingga petani bersemangat menanam kedelai.

Penyampaian materi dan diskusi (kiri) serta sesi foto bersama dengan sebagian peserta (kanan).

Penyampaian materi dan diskusi (kiri) serta sesi foto bersama dengan sebagian peserta (kanan).

TS/Shrtn