Berita » Sleman Potensial Penghasil Kacang Tanah

Pengusahaan budidaya kacang tanah di DIY tidak hanya terkonsentrasi di wilayah Wonosari, Sleman pun juga menyimpan potensi besar untuk pengembangan kacang tanah. Paling tidak potret produksinya terlihat di Desa Sumberharjo, Madurejo dan Bokoharjo. Ketiganya berada di Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman. Penyuluh Pertanian andalan Kecamatan Prambanan, Bapak Sriyono, menuturkan bahwa kacang tanah memang sudah lama berkembang di tiga desa tersebut dan menjadi andalan ekonomi petani, namun memang belum terlalu banyak sentuhan teknologi yang dapat disampaikan ke petani. Hasil rata-rata yang dicapai petani berada di kisaran 1,8–2,0 t polong/ha.

Pak Sriyono, Penyuluh saat di hamparan kacang tanah di Sumberharjo Berdasarkan observasi lapang, 17 Agustus 2013, pola tanam setahun adalah padi–padi–kedelai atau kacang tanah dan sebagian jagung atau sayuran. Kacang tanah ditanam pada bekas tunggul padi, dengan populasi tinggi, sekitar 25 cm x 20 cm dengan 2–3 tanaman. Petani belum mengenal varietas unggul yang telah dilepas. Petani menyebut varietas Pendowo untuk kacang tanah berbiji >2 per polong, dan kacang tanah ini kurang disukai. Yang banyak ditanam adalah yang varietas berbiji 2. Petani hanya menyebut varietas lokal. Harga jual polong basah antara Rp 5.000–Rp 6.000/kg, harga jual dalam bentuk biji (OC) antara Rp 15.000–18.000/kg. Penuturan pak Sriyono, kualitas kacang tanah dari Prambanan cukup bagus dan diminati oleh industri, penyebabnya rendemen tinggi dan kotoran polong kacang tanah sangat sedikit, karena memang struktur tanahnya berpasir. Harapannya, petani masih memerlukan informasi teknologi budidaya sehingga hasilnya bisa meningkat. Tentu termasuk varietas kacang tanah terbaru yang berbiji dua.MMA/AW