Berita » SLPTT Kedelai 2014 di Provinsi Jambi

jambi

Provinsi Jambi merupakan salah satu sentra produksi kedelai di Pulau Sumatera. Areal kedelai memang tidak terlalu luas, tapi konsistensi pengembangan produksi kedelai tetap dilakukan hingga saat, termasuk konsistensi dukungan oleh BPTP Jambi dalam penguatan produksi kedelai di Jambi. Luas lahan sawah di Jambi adalah 166.766 ha yang terdiri dari sawah irigasi, pasang surut, tadah hujan, dan sawah lebak. Pusat produksi kedelai sebagian besar di lahan sawah dengan pola tanam umum adalah padi–kedelai.Pada tahun 2014, pendampingan SLPTT kedelai oleh Balitkabi dilakukan pada 14 provinsi yaitu NAD, Sumut, Sumbar, Jambi, Lampung, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, NTB, Sulsel, Sultra, dan Kalsel. Pendampingan terhadap peneliti penanggung jawab SLPTT kedelai di BPTP Jambi dilakukan 14-16 April 2014 oleh pendamping dari Balitkabi, Dr. M. Muchlish Adie, MS diikuti oleh seluruh penanggung jawab SLPTT dari 9 kabupaten di Jambi. Mewakili Kepala BPTP Jambi, Ir. Nur Asni, MS menyampaikan pendampingan oleh Balitkabi sangat diperlukan. Masih terus diupayakan efektivitas pendampingan oleh peneliti BPTP Jambi.

Diskusi SLPTT kedelai di BPTP Jambi, 15 April 2014. Pada tahun 2014, BPTP Jambi akan melakukan pendampingan terhadap 9 kabupaten dari 11 kabupaten/kota yang ada di Jambi. Penanaman demplot maupun display varietas akan dimulai pada minggu ketiga April hingga Mei tergantung kepada musim tanam setiap kabupaten. Target areal kedelai pada tahun 2014 di Provinsi Jambi mencapai 12.302 ha, dengan luas panen diperkirakan mencapai 11.691 ha dengan produktivitas 1.34 t/ha. Upaya peningkatan produktivitas kedelai melalui SLPTT adalah 6.500 ha sedangkan melalui swadaya seluas 3.750 ha. Upaya perluasan areal hanya dilakukan melalui peningkatan IP yang mencapai 12.302 ha.Pada saat pendampingan juga diserahkan sebanyak 130 buku/leaflet yang terdiri dari 7 buku/leaflet. Berbagai publikasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemahaman pendamping SLPTT yang ada di BPTP Jambi dalam memberikan pendampingan di jajaran Dinas Pertanian.Sehubungan dengan hal tersebut, komunikasi dan pendampingan oleh peneliti Balitkabi sangat diperlukan, termasuk dukungan bahan diseminasinya. Hal-hal yang diperlukan adalah pengawalan teknologi budidaya, penanganan pasca panen, dan pengelolaan hasil panen.

MMA/EY