Berita » Pelatihan SLPTT di Aceh Timur Mendukung Swasembada Kedelai

Dr Yusmani Prayogo menyampaikan sambutannya dalam mewakili Kepala Balai (kiri atas) dan para narasumber searah jarum jam (Yusmani Prayogo, Ir Abdulah Taufiq MP dan Ir. Gatut Wahyu AS MS) sedang memberi pembekalan pada seluruh peserta.

Kabupaten Aceh Timur menjadi salah satu lokasi pengembangan program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) kedelai yang dibidik oleh Balitkabi. Pengembangan SLPTT di Aceh Timur dipelopori oleh Prof.Dr. Marwoto dengan melakukan pelatihan peningkatan produksi kedelai secara terpadu. Para penyuluh se Kabupaten Aceh Timur sebanyak 40 orang dikumpulkan di IDI untuk mennerima paparan budidaya kedelai yang diberikan oleh para peneliti Balitkabi. Pelatihan SLPTT kedelai ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Bapak Menteri Pertanian pada 15 Desember 2012, tentang “Pencanangan Tanam Gelar Teknologi Produksi Kedelai Menuju Kemandirian Benih”. Pelatihan dilakukan mulai 23 Maret 2013 di Hotel Kalifah, Idi Rayeuk, Aceh Timur. Penanaman kedelai, seluas 10 ha, dilakukan di Dusun Bukit Menggeh, Desa Peunaron Baru, Kec Peunaron. Saat membuka pelatihan, Ir Anas Johan MM, Kepala Dinas Pertanian Aceh Timur, menyatakan bahwa, penyuluh harus bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja tuntas dalam menindaklanjuti pelatihan yang diadakan oleh Badan Litbang Pertanian. Beliau juga menekankan bahwa Kabupaten Aceh Timur sangat siap menyongsong swasembada kedelai dengan sumberdaya lahan yang masih luas dan SDM yang ada cukup. Selanjutnya, Dr Yusmani Prayogo, Kasie Yantek yang mewakili Kepala Balitkabi, menyampaikan beberapa hal berkait dengan target pemerintah harus sawsembada kedelai pada tahun 2014. Provinsi Aceh merupakan salah satu sentra produksi kedelai terbesar di Indonesia pada tahun 1992, bahkan pada tahun yang sama mampu swasembada kedelai dengan kapasitas produksi mencapai 1,7 ton/ha. Data saat Menteri Pertanian dijabat oleh Prof Dr Yustika Baharsyah, menunjukkan bahwa luas pengembangan kedelai di Indonesia mencapai 100.000 ha, dan sebanyak 70.000 ha ada di Provinsi Aceh, 17.000 di Aceh Timur, 10.000 di Idi Raya. Oleh karena itu, bidikan pengembangan SLPTT kedelai di Aceh Timur merupakan pilihan yang tepat untuk memotivasi dan membangkitkan semangat petani untuk menggalakkan penanaman kedelai kembali agar swasembada kedelai tercapai.Dr Yusmani Prayogo menyampaikan sambutannya dalam mewakili Kepala Balai (kiri atas) dan para narasumber searah jarum jam (Yusmani Prayogo, Ir Abdulah Taufiq MP dan  Ir. Gatut Wahyu AS MS) sedang memberi pembekalan pada seluruh peserta.
Pak Yusmani juga menekankan, program swasembada kedelai sebenarnya sudah tertuang dalam Renstra Kementerian Pertanian 2010-2014, yaitu melalui; (1) peningkatan produktivitas, (2) peningkatan luas areal tanam melalui upaya khusus, (3) pengamanan produksi dan (4) penguatan dan pembiayaan. Badan Litbang Pertanian hingga saat ini terus berupaya keras mendorong peningkatan produksi kedelai melalui penelitian-penelitian dengan telah berhasilnya berbagai temuan antara lain: (1) benih berkualitas (dengan berdirinya UPBS di berbagai Balai-Balai maupun BPTP di seluruh Indonesia maka benih yang dihasilkan oleh UPBS pasti memiliki kualitas yang tinggi sehingga mampu bertahan lama disimpan dengan viabilitas yang tinggi), (2) Varietas unggul (Gema yang memiliki umur lebih genjah hanya kurang 73 hari, potensi hasil hingga mencapai 2,4 ton dan varietas Dering yang memiliki karakter toleran kekeringan pada fase vegetatif dengan potensi hasil di atas 2 ton/ha, (3) berbagai teknologi spesifik lokasi yang siap untuk diemplementasikan seperti pupuk Santap, Iletrisoy, serta (4) berbagai teknologi pengelolaan hama dan penyakit secara terpadu yang lebih efektif, efisien, dan ramah lingkungan. Dalam pelatihan ini tiga materi pokok disampaikan oleh peneliti tanaman kedelai Balitkabi, yaitu: (1) Budidaya Kedelai melalui Pendekatan PTT, disampaikan oleh Ir Abdulah Taufiq, M.S., (2) Karakteristik Varietas Unggul Kedelai dipaparkan oleh Ir Gatut Wahyu Anggoro Susanto MP, dan (3) Hama Penyakit Utama Kedelai dan Cara pengendaliannya, oleh Dr Yusmani. Ditinjau dari membanjirnya pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan ke narasumber, maka pelatihan ini sangat bermanfaat bagi penyuluh sebagai pendamping SLPTT. Diharapkan dari pelatihan ini para penyuluh dapat menjadi ujung tombak penerapan inovasi kedelai di Aceh Timur, untuk mendukung swasembada kedelai nasional.Yusmani Prayogo/AW