Berita » Sosialisasi Hasil Kajian/Penelitian dan Pengembangan Pertanian di Kabupaten Tuban

Kabupaten Tuban berdasarkan data tahun 2013 bukan merupakan sentra produksi ubikayu di Jawa Timur. Dibandingkan dengan kabupaten Pacitan, Ponorogo, Malang, dan Trenggalek, luas tanaman ubikayu di Kabupaten Tuban masih relatif sedikit yaitu sekitar 6.397 hektar dengan provitas 22,8 t/ha dan produksi sebesar 143.589 ton.

Namun untuk komoditas kacang tanah, Kabupaten Tuban merupakan penghasil kacang tanah tertinggi di Jawa Timur di samping Kabupaten Bangkalan dan Sampang dengan luas tanam sebesar 29.899 hektar, provitas 1,56 t/ha, dan produksi 46.830 ton.

Dalam rangka mengembangkan dan meningkatkan potensi pertanian di Kabupaten Tuban, maka pada tanggal 31 Agustus 2016 Wakil Bupati Tuban yaitu Bpk. Ir. Noor Nahar Hussein mengundang Balitkabi dan BPTP Jawa Timur menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi.

Bapak Wakil Bupati Tuban menyampaikan bahwa produksi ubikayu di Tuban cukup tinggi dan banyak dijual ke Kabupaten Pati. Saat ini di Tuban sendiri sudah ada pabrik tapioca yaitu PT Wira Jatim dan masih kekurangan bahan baku, sehingga untuk sementara belum bisa beroperasi sesuai kapasitas terpasangnya (500 ton/tahun tapioka).

Oleh karena itu, pengembangan ubikayu akan diarahkan untuk mendukung ketersediaan bahan baku untuk tepung tapioka. Diharapkan kedepan tanaman ubikayu dapat berkembang pula di Tuban dan ada varietas ubikayu yang cocok agar pabrik tidak kekurangan bahan baku.

Sebagai sentra kacang tanah, di Tuban sudah dikembangkan kegiatan bioindustri dengan komoditas utama kacang tanah, bekerja sama dengan BPTP Jawa Timur. Sehingga tujuan dari pertemuan ini adalah untuk:

  1. Mendapatkan informasi mengenai hasil-hasil penelitian yang ada di Balitkabi dan BPTP yang bisa dikembangkan di Tuban, dan
  2. Melakukan kerja sama yang lebih intensif di bidang pertanian sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh petani.

Pada pertemuan ini disampaikan pemaparan hasil-hasil kajian yang dilakukan oleh BPTP Jatim (3 orang) tentang pengembangan bioindustri berbasis kacang tanah, VUB kacang tanah oleh Dr. Novita N., VUB ubikayu oleh Dr. Kartika N., dan budidaya ubikayu dan kacang tanah oleh Ir. Abdullah Taufiq, M.P. Pertemuan dihadiri oleh kepala dan wakilnya dari dinas teknis yang berkaitan, yaitu Sekda, Diperta, BP2KP, Bappeda, dan Kabid Ekonomi masing-masing 2 orang, juga staf Wabub 4 orang.

Balitkabi menyerahkan sejumlah publikasi berkaitan dengan kacang tanah dan ubikayu, yang disampaikan oleh Dr. Novita N. dan diterima langsung oleh Bapak Wabub. Pada kesempatan ini, Wabub menyampaikan terima kasih atas sharing hasil-hasil kajiannya dan akan ditindaklanjuti olek dinas teknis terkait.

1-9-16

KN/AT/NN