Berita » Sosialisasi Keamanan Pangan dan Pakan

Indonesian Biotechnology Information Centre (IndoBIC), pada tanggal 14 November 2016 di Bogor menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Pengkajian Keamanan Pangan dan Pakan Produk Rekayasa Genetika (PRG). Dihadiri oleh lembaga terkait di Kemtan, Perguruan Tinggi, dan industri. Dr. Didik Harnowo dan Muchlish Adie, hadir pada pertemuan tersebut.

Disampaikan oleh Direktur IndoBIC (Prof. Dr. Bambang Purwantara), pada akhinya Permentan Nomor 36/Permentan/LB.070/8/2016 tentang Pengkajian Keamanan Produk Rekayasa Genetik dapat diterbitkan dan dapat diberlakukan di Indonesia.

Proses pengkajian terhadap PRG merupakan suatu sistem yang mapan, panjang, teliti, dan sangat rinci. Sosialisasi dibuka oleh Ketua Komisi Keamanan Hayati (KKG) PRG (Prof. Dr. Agus Pakpahan) yang diawali oleh pernyataan bahwa pertemuan pada sosialisasi ini harus mengesampingkan biaya informasi yang saat ini telah murah, tetapi pertemuan secara fisik merupakan social capital yang mampu mengeksplorasi sesuatu yang tidak terduga. Harapannya harus ada nilai tambah dari sosialisasi untuk penyempurnaan permentan kedepan.

Pembukaan, narasumber, dan peserta sosialisasi PRG pakan.

Pembukaan, narasumber, dan peserta sosialisasi PRG pakan.

Narasumber pada sosialisasi adalah Direktur Direktorat Standarisasi Produk Pangan, BPOM tentang Peraturan pengkajian keamanan pangan, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan tentang Peraturan pengkajian kemanan pakan, dan Prof. Dr. Bahagiawati (BB Biogen) tentang Isu dan Fakta PRG: Menanggapi kampanye hitam di medsos.

Banyak didiskusikan terutama oleh pihak industri adalah kejelasan cakupan produk PRG yang terkait dengan pakan misalnya impor dalam bentuk curah dan juga kapan harus diberlakukan Permentan tersebut, yang seharusnya harus ada jeda waktu transisi.

MMA