Berita ยป Sosialisasi Pelaksanaan Monev di Balitkabi

monev

Dalam rangka mewujudkan transparansi penggunaan anggaran dan pelaksanaan kegiatan penelitian, Balitkabi memiliki tanggung jawab dan tugas untuk memonitor dan mengevaluasi (MONEV) pelaksanaan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti. Koordinator program selaku pejabat yang diberi wewenang untuk memimpin proses monev mengadakan sosialisasi kepada para peneliti dan teknisi yang terlibat langsung dalam proses penelitian dan penggunaan anggaran. Sosialisasi dilaksanakan di Aula Balitkabi pada Kamis 10 Maret 2016. Selain dihadiri oleh peneliti dan teknisi, sosialisasi juga dihadiri oleh pejabat struktural Balitkabi seperti Kasi Yantek, Kasi Jaslit, Plh. Kabalai, dan PPK.

Proses sosialisasi dipimpin langsung oleh Koordinator Program Balitkabi Dr. Gatut Wahyu Anggoro Susanto, sedangkan presentasi sosialisasi kegiatan monev disampaikan oleh Dr. Titik Sundari selaku wakil ketua pelaksana Monev. Dalam presentasinya disampaikan bahwa kegiatan monev bertujuan untuk meyakinkan apakah kegiatan penelitian yang dilaksanakan sudah sesuai dengan perencanaan yang telah disusun. Apabila dalam hasil monev terdapat ketidaksesuaian antara keadaan di lapang dengan perencanaan, maka tim monev akan melakukan konfirmasi kepada penanggungjawab penelitian untuk memberikan klarifikasi tentang ketidaksesuaian tersebut. Jika ternyata harus melakukan perbaikan maka penanggungjawab akan diberi tenggang waktu untuk memperbaiki. Proses monev akan dilakukan sedikitnya tiga kali dalam satu tahun yaitu pada awal, pertengahan, dan akhir kegiatan. Hasil monev akumulatif tersebut kemudian akan disampaikan kepada kuasa pengguna anggaran untuk memberikan penilaian tentang kualitas hasil penelitian dan upaya tindak lanjut. Kegiatan monev ini juga merupakan upaya pencegahan agar tidak terjadi penyimpangan.

Dalam sesi diskusi muncul beragam pertanyaan yang membuat acara ini berlangsung menarik. Beberapa pertanyaan yang muncul diantaranya adalah: 1) apakah akan ada sangsi yang diberikan kepada peneliti jika terjadi ketidaksesuaian yang berat dalam kegiatan penelitian dan siapa yang berwenang untuk memberikan sangsi. Jika terjadi kegagalan dalam penelitian apakah peneliti wajib mengulang dan bagaimana solusi pendanaannya, 2) bagaimana jika terjadi penyerapan anggaran untuk pembelian barang dan bahan sedangkan penelitian belum dilaksanakan, mengingat hal ini juga merupakan perintah dari Balitbangtan untuk menyegerakan penyerapan anggaran yang tidak terkait musim tanam. Koordinator program menjelaskan bahwa sangsi terhadap penelitian akan diputuskan oleh Kuasa pengguna anggaran. Pembelian barang di awal tidak menjadi masalah jika pada saat di monev barang tersebut dapat dicek. Mengenai resiko kegagalan, koordinator program menyarankan agar berusaha meminimalkan resiko kegagalan sehingga biaya penelitian dapat menutupi semua kegiatan penelitian.

Sosialisasi ditutup dengan pesan koordinator program bahwa kegiatan monev ini adalah untuk membuat kinerja Balitkabi menjadi lebih baik lagi sehingga para peneliti dan teknisi dimohon dapat berpartisipasi aktif dan membantu kegiatan ini dengan baik dan benar.

Sutrisno