Berita » Sosialisasi ISO untuk Kinerja Optimal Keseluruhan

ISO memberikan pengakuan atas kinerja yang baik suatu lembaga. Balitkabi telah menerima ISO 9001-2008 sejak tahun 2010 dan telah melakukan resertifikasi pada tahun 2013. Selain mendaptkan ISO 900-2008 untuk Manajemen Balai, Balitkabi juga telah meraih ISO 17025-2005 untuk Laboratorium Pengujian Kimia/Fisika / Biologi Pangan, Tanah, dan Benih pada tahun 2011. Bahkan pada tahun 2013 UPBS Balitkabi telah menambah ruang lingkupnya sehingga berhak secara resmi mensertifikasi benih kedelai, kacang hijau, dan kacang tanah yang semula hanya berkelas BS menjadi BS dan FS, serta ubikayu kelas BS.Untuk mempertahankan itu, seluruh komponen di Balitkabi harus tahu, paham, dan ikut mepertahankan kinerja optimal sesuai raihan ISO tersebut. Untuk itu, pada tanggal 25 dan 29 Juli 2013, bertempat di aula Balitkabi diadakan sosialisasi “Pengenalan Mutu dan ISO”. Sebagai pembicara adalah Ibu Ir. Henny Kuntyastuti, MS. Sosialisasi diikuti oleh semua elemen yang ada di Balitkabi: Peneliti, Teknisi, Bagian Administrasi, Kepegawaian, dan Keuangan.
Dalam paparannya Ir. Henny Kuntyastuti, MS menjelaskan bahwa menerapkan sistem manajemen mutu ISO-9001 berarti mengatur berbagai proses yang dapat mempengaruhi mutu, baik langsung maupun tidak langsung. Proses yang dimaksud bukan hanya proses produksi atau proses pelayanan jasa, tetapi juga proses-proses pendukung dan proses-proses yang harus dilakukan oleh pihak manajemen. Proses yang dimaksud tersebar di seluruh bagian organisasi dan harus saling terkait secara harmonis untuk mencapai tujuan akhir: terciptanya produk/kinerja yang bermutu. Itulah sebabnya penerapan sistem manajemen mutu ISO-9001 memerlukan sebuah team yang terdiri dari wakil setiap fungsi yang ada dalam organisasi. Team ini harus bekerjasama dan saling memberi masukan dalam pengaturan setiap proses yang mempengaruhi mutu. Lebih lanjut dijelaskan 8 pilar utama penerapan ISO 9001:2008 yaitu: Fokus Pada Pelanggan, Kepemimpinan yang cakap dan kompeten, Keterlibatan seluruh Karyawan, Pendekatan Proses, Pendekatan Sistem Pada Manajemen, Perbaikan yang terus menerus, Pendekatan Faktual pada Pengambilan Keputusan, dan Hubungan yang Saling Menguntungkan dengan Pemasok.
Dengan penerapan standar ISO pada suatu lembaga akan diperoleh banyak manfaat, yaitu: Kemampuan dan konsistensi Instansi dalam menjaga mutu layanan, Meningkatkan image, Efektif dan efisien dalam bekerja, dan memenuhi permintaan atau persyaratan pelanggan maupun Pemerintah. Diterangkan juga tips memudahkan penerapan ISO yang bisa dilakukan yaitu: Write what you do, Do what you write , Prove it, dan Improve it. Sosialisasi yang dilakukan selama dua hari tersebut diharapkan akan meningkatkan kepedulian dan peran serta seluruh warga Balitkabi terhadap peningkatan mutu dan kinerja Balitkabi.
Alfi/AW