Berita » Sosialisasi Percepatan Optimasi PAT dan PIP Kedelai 2016

sampang

Sebagai salah satu sumber protein nabati, kebutuhan akan kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan penduduk. Rata-rata kebutuhan kedelai setiap tahunnya sebesar ± 2,3 juta ton biji kering, akan tetapi kemampuan produksi dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sebanyak 843.153 ton, atau 44,38 %. Untuk memenuhi kekurangan kebutuhan tersebut harus dipenuhi dari impor. Adanya impor tersebut akan menyebabkan berbagai kerugian bagi Indonesia antara lain: a) hilangnya devisa negara yang cukup besar, b) mengurangi kesempatan kerja bagi rakyat Indonesia, dan c) meningkatkan ketergantungan jangka panjang. Sehingga dengan adanya fenomena ini akan mempengaruhi sistem ketahanan pangan nasional.

Upaya peningkatan produksi kedelai melalui intensifikasi dengan program Peningkatan Intensitas Pertanaman (PIP) dan Perluasan Areal Tanam di sentra produksi kedelai di Indonesia. Sosialisasi Percepatan Optimasi PAT dan PIP kedelai 2016 telah dilakukan di Kabupaten Bangkalan dan Kabupaten Sampang. Sosialisasi dihadiri sekitar 200 orang di masing-masing Kabupaten yang terdiri dari Komandan Kodim, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, para Mantri Tani, Penyuluh, Petani, dan pendamping dari TNI AD (Babinsa, Komandan Koramil, Pasiter), sedang sebagai nara sumber dari Dirtektorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur dan Peneliti Balitkabi.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Bangkalan maupun Sampang menyampaikan hal senada bahwa potensi peningkatan produksi masih bisa dilakukan dengan bimbingan teknologi, namun kelemahan dalam pengembangan kedelai adalah kendala dengan jaminan pasar yang tidak menentu dan harga yang tidak kompetitif dengan komoditas pangan lainnya. Kondisi sekarang, Kabupaten Bangkalan memiliki tingkat produktivitas kedua di Jawa Timur setelah Bayuwangi. Wakil dari Direktorat BUAKABI Ir. Rita Mesu, M.M. memaparkan tentang kedelai nasional dan mengharapkan Kabupaten Bangkalan dan Sampang dapat meningkatkan produksi kedelai untuk program nasional.

Bantuan untuk pengembangan kedelai telah banyak diprogramkan melalui bantuan sarana maupun prasarana produksi. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur memaparkan bahwa target pengembangan kedelai melalui PAT dan PIP di Bangkalan seluas 9.000 ha dan Kabupaten Sampang 10.000 ha. Dengan Sosialisasi ini diharapkan target luas tanam dapat terealisasi. Paparan Teknologi upaya peningkatan produksi kedelai disampaikan oleh Prof. Dr. Marwoto didampingi Dr. Andy Wijanarko menekankan bahwa produksi kedelai merupakan fungsi dari genetik, lingkungan dan manajemen. Genetik dalam arti bagaimana memilih varietas yang baik dan diketahui karakteristiknya yang sesuai untuk lahannya, lingkungan dalam arti bagaimana mengaplikasikan teknologi spesifik lokasi sesuai dengan kondisi dari agroekosistem. Dan yang paling penting adalah manajemen atau pengelolaan tanaman sesuai dengan teknologi yang dianjurkan. TNI AD melalui Komandan Kodim Bangkalan Letkol Istanto dan Komandan Kodim Sampang Letkol Indrama menyampaikan bahwa TNI AD siap untuk membantu pengawalan dan bimbingan program pengembangan kedelai di Kabupaten Bangkalan maupun Kabupaten Sampang.


Sosialisasi PAT dan PIP di Kabupaten Sampang dan Bangkalan.


Prof. Dr. Marwoto memaparkan teknologi produksi kedelai dan para peserta Sosialisasi.

MWT/AWj