Berita » Sosialisasi Raker II Badan Litbang Pertanian

Rapat Kerja II Badan Litbang Pertanian yang dilaksanakan di  2012 Bogor, 28-30 Agustus 2012, bertemakan “Revisi program dan anggaran 2013: efisiensi anggaran dan efektivitas program”.  Hasil-hasil Raker tersebut, disosialisasikan kepada seluruh peneliti, pejabat struktur dan kepala KP lingkup Balitkabi, pada tanggal 3 September 2012 di Aula Balitkabi.

Sosialisasi Raker II, lebih difokuskan kepada arahan-arahan dari Kepala Badan Litbang Pertanian, maupun dari pemaparan dari Pejabat Eselon II, sedangkan bahan lengkap Raker II dapat dicopy dan dipelajari oleh seluruh karyawan Balitkabi.  Kehadiran kepala KP, diperlukan karena salah satu fokus investasi Badan Litbang Pertanaian adalah penguatan KP.

Kepala Balitkabi, yang menyampaikan langsung sosialisasi menekankan bahwa efisiensi program dan anggaran, muaranya pada hasil litbang yang bermanfaat bagi masyarakat.  Hasil litbang ditunggu oleh pengguna. Untuk itulah masih ada kesempatan untuk memahami dan menyesuaikan RKA/KL 2013, lihat isi dan muatan, substansi vs alokasi anggaran, misalnya diminta memperbaiki KP, anggaran tidak disediakan.  Jangan sampai kepala sudah bergerak, kakinya tidak bergerak.

Saat ini Litbang Pertanian berada kurva pertumbuhan kedua (second curve), karenanya dalam dua tahun kedepan ditetapkan sebagai tahun investasi dan penguatan SDM, diperlukan reorientasi program dan penganggaran.  Fokusnya adalah pada investasi UPBS, KP, dan laboratorium.  High profile tetap menjadi kunci pembangunan investasi tersebut.  Diingatkan oleh KaBadan Litbang bahwa penyiapan dan pelaksanaan ketiga aset utama tersebut harus mengikuti estándar yang telah ditetapkan, sempurnakan pedumnya masing-masing, ikuti persyaratan minimalnya.

Penanganan dan pengelolaan KP diingatkan kembali akan beberapa hal: (1) KP sebagai poros kegiatan litbang, harus tercerminkan di KP; (2) peran strategis KP : litkaji, diseminasi, sumber PNBP, optimalisasi lahan, di KP, RPL dsbnya, (2) KP harus dijadikan model pengembangan agribisnis, dan dibiayai non-APBN, sebagai pertarungan layak ekonomis inovasi yang kita hasilkan, (3) KP katanya tenaga kerja kurang, padahal kegiatan penelitian membawa tenaga kerja,  (4) penataan Sumber Daya Genetik (SDG) di KP seperti kantor lurah, padahal kantor lurah tidak ada APBN, (5) mengantar tamu untuk melihat tanaman petani, tupoksi kita ada dimana?, dan (6) kendaraan roda 3, wajib tersedia di setiap KP. Juga disampaikan posisi terakhir peanggaran Balitkabi 2013 pasca Raker II oleh Dr. Yusmani Prayogo

Pada akhir sosialisasi dilanjutkan diskusi, beberapa yang dimunculkan adalah apakah sudah ada langkah konkrit Badan Litbang Pertanian untuk mempercepat swasembada kedelai, hubungan dana penelitian masing-masing peneliti dengan output KTI dsbnya.  Beberapa tindak lanjut Raker II harus segera dioperasionalkan.