Berita » Sosialisasi SE Kepala LIPI No. 1 Tahun 2018 dan Tiga Pilar Kode Etika Ilmu Pengetahuan

berita_kode-etik_19-7-18_aMenindaklanjuti terbitnya Surat Edaran (SE) Kepala LIPI No. 1 Tahun 2018 tentang Penyesuaian Pengusulan Penilaian Angka Kredit dan Penetapan Formasi Jabatan Fungsional Peneliti, maka Ir. Narta Hadiwiyata, M.Si selaku Kepala Bagian Tata Usaha Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Puslitbang TP) melakukan sosialisasi tentang surat edaran tersebut di Balitkabi pada Rabu, 18 Juli 2018. Pada sosialisasi tersebut disampaikan enam poin penting yang harus diperhatikan oleh para peneliti maupun calon peneliti.

Implikasi dari poin-poin tersebut bagi peneliti maupun calon peneliti adalah: (1) Semua PNS Calon Peneliti yang sudah diklat fungsional tetapi belum diangkat harus segera mengusulkan DUPAK (Daftar Usulan Penilaian Angka Kredit), (2) Calon Peneliti yang berpendidikan S1, yang belum diklat harus diprioritaskan diklat sampai dengan September 2018 dan langsung mengusulkan DUPAK agar bisa diangkat, (3) Calon Peneliti yang berpendidikan S1, yang tidak bisa diangkat sebagai Peneliti pada 2018, harus sekolah S2, (4) CPNS 2018 dan seterusnya harus berkualifikasi S2, (5) Peneliti Muda yang akan naik ke Peneliti Madya sampai dengan akhir 2018 harus segera diklat fungsional tingkat lanjut, setelahnya kenaikan jabatan fungsional ke Peneliti Madya harus melalui uji kompetensi, (6) Peserta diklat tingkat lanjut harus menyampaikan DUPAK dan yakin mencapai AK 400, (7) Kandidat peserta diklat yang belum siap dengan DUPAK lebih baik dibatalkan dan diganti yang sudah siap, (8) Semua usulan DUPAK 2018 harus sudah masuk via e-peneliti LIPI paling lambat 30 November 2018, TP2I 26 Agustus 2018, dan TP2U 16 Agustus 2018.

Selanjutnya, Ir. Narta Hadiwiyata, M.Si berpesan agar peneliti maupun calon peneliti Balitkabi yang terdampak oleh terbitnya surat edaran ini untuk segera menyesuaikan diri dan mempersiapkan semua persyaratan yang diperlukan. Para peneliti yang akan mengusulkan DUPAK dan ingin diproses sesuai Peraturan Kepala LIPI No. 2 Tahun 2014 harus sudah menyampaikan usulan ke TP2U sebelum 16 Agustus 2018.

berita_kode-etik_19-7-18_b

Pada kesempatan tersebut, selain SE Kepala LIPI juga disosialisasikan tentang “Tiga Pilar Kode Etika Ilmu Pengetahuan”. Hal tersebut sebenarnya bukan hal yang baru bagi peneliti, tetapi tetap perlu disampakan untuk me-refresh pengetahuan dan meningkatkan kesadaran serta pemahaman peneliti akan pentingnya menegakkan Kode Etika Ilmu Pengetahuan dari sisi peneliti, kegiatan penelitian, serta publikasi hasil penelitian. Tiga pilar kode etika ilmu pengetahuan yang dimaksud adalah: (1) Kode Etika Peneliti (Perka LIPI No.5/2013), (2) Klirens Etik Penelitian dan Publikasi Ilmiah (Perka LIPI No. 8/2013), (3) Etika Publikasi Ilmiah (Perka LIPI No. 5/2014)

Sebelum menutup presentasinya, Ir. Narta Hadiwiyata, M.Si memberikan contoh-contoh kasus pelanggaran etika dan penegakan kode etika peneliti yang pernah terjadi. Beliau mengharapkan pelanggaran etika peneliti tidak terjadi di Balitkabi.

WR