Berita » Sosialisasi SMK3

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan salah satu tujuan sekaligus indikator kesuksesan perusahaan dalam upaya mewujudkan tempat kerja yang aman bagi pekerja, aset perusahaan, dan lingkungan sekitarnya. Untuk menciptakan kondisi tersebut, maka diperlukan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Pemerintah sendiri telah mengatur penerapan SMK3 dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 sebagai acuannya. Menyadari pentingnya SMK3, Balitkabi mengadakan acara “Sosialisasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja” pada hari Senin tanggal 21 Agustus 2017 yang diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati Balitkabi.

smk3

Sosialisasi SMK3 disampaikan oleh Ir. Suluh Pambudi yang sebelumnya telah mengikuti Workshop SMK3 lingkup Balitbangtan. Dalam paparannya, Suluh mengemukakan bahwa Balitbangtan berkomitmen menerapkan SMK3 guna menuju sasaran zero insiden untuk menjamin agar operasi berjalan aman bagi pekerja, aset Balitbangtan, konsumen, dan masyarakat sekitarnya. Secara umum tujuan penerapan SMK3 adalah (1) Meningkatkan efektifitas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja yang terencana, terukur, tersetruktur dan terintegrasi, (2) Mencegah dan mengurangi kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan melibatkan unsur manajemen, serta (3) Menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman dan efisien untuk mendorong produktifitas. Dalam pelaksanaan SMK3, dibentuk tim P2K3 (Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja), pelatihan kompetensi, komunikasi dan konsultasi, dokumentasi, pengendalian bahaya operasi, serta tanggap darurat merupakan hal yang harus dipertimbangkan.

smk31

Sosialisasi SMK3 mendapat respon positif dari peserta yang hadir. Peserta sosialisasi menyadari bahwa K3 tidak dapat dipisahkan dari aktivitas pekerjaan di lingkungan kantor, laboratorium maupun di lahan pertanian yang rentan dengan risiko kerja. Salah satu saran yang disampaikan pada sesi diskusi adalah untuk mempercepat implementasi SMK3 di Balitkabi maka dokumen SMK3 dapat diintegrasikan dengan dokumen KNAPPP dan ISO Balai. Pada akhir sosialisasi, Kepala Balitkabi Dr. Joko Susilo Utomo mengajak seluruh karyawan dan karyawati Balitkabi untuk mendukung SMK3. Kesadaran dan kepedulian akan keselamatan kerja harus menjadi tuntutan dan budaya kerja di Balitkabi.

 

RTH