Berita » Strategi Atasi Salinitas di Lahan Geltek PENAS Aceh

Salah satu permasalahan yang terjadi di lokasi Geltek Penas ke 15 tahun 2017 di Aceh adalah salinitas tanah. Hasil pengukuran DHL tanah lokasi Geltek kedelai Penas ke-15 di Aceh berkisar antara 6,48−8,91 dS/m. DHL tanah yang diukur dengan portable EC meter (merk Hanna) termasuk kategori tinggi pada kedua lokasi geltek. Masalah yang berpeluang terjadi pada kondisi DHL tanah tinggi adalah tanaman mengalami cekaman salinitas, yang ditandai oleh pertumbuhan terhambat dan gejala klorosis akibat kekahatan hara.

Salinitas tanah yang tinggi umumnya diikuti oleh pH tanah tinggi, dan hal ini menyebabkan ketersediaan unsur N, P, S, serta unsur mikro Zn dan Mn rendah, efisiensi pemupukan N dan P juga rendah. Gejala kekahatan unsur hara yang dominan adalah kekahatan unsur N, S, P, dan Zn, serta beberapa tanaman menunjukkan gejala kahat Mn. Gejala kekahatan unsur-unsur hara tersebut adalah klorosis pada daun dengan pola yang berbeda-beda, sehingga kekahatan unsur yang kompleks tersebut menyebabkan klorosis pada semua daun. Selain itu, DHL yang tinggi juga menyebabkan tanaman mengalami layu fisiologis karena meningkatnya tekanan osmotik air tanah sehingga penyerapan air terganggu.

Gejala kahat Zn dan mirip gejala kahat Ca (bintik hitam).

Gejala kahat Zn dan mirip gejala kahat Ca (bintik hitam).

Gejala layu fisiologis dan kahat P dan S (kiri), Gejala kahat Zn dan Mn (kanan).

Gejala layu fisiologis dan kahat P dan S (kiri), Gejala kahat Zn dan Mn (kanan).

Gejala klorosis (kiri), respons positif tanaman kedelai terhadap pemupukan yang diberikan (kanan).

Gejala klorosis (kiri), respons positif tanaman kedelai terhadap pemupukan yang diberikan (kanan).

Pengamatan saat tanaman berumur 16 HST menunjukkan bahwa semua genotip kedelai yang ditanam mengalami klorosis dengan intensitas yang berbeda antar genotip. Berdasarkan vigor pertumbuhan tanaman pada umur 16 HST, genotipe yang menunjukkan vigor paling baik adalah Deja 1, Deja 2, dan Devon 1.

Tindakan yang telah dilakukan untuk mengatasi pengaruh salinitas pada kedelai adalah pemupukan dengan Urea, ZA, dan TSP. Tujuan utama adalah untuk meningkatkan ketersediaan N, S, dan P, serta untuk menurunkan pH tanah agar ketersediaan unsur Zn meningkat. Respons positif tanaman terhadap pemupukan tersebut sudah mulai terlihat pada 4 hari setelah aplikasi, yang ditunjukkan dengan menurunnya tingkat klorosis.

 

AWj/AT/GWAS