Berita » Studi Banding Perbenihan Kedelai

Provinsi Lampung pernah menjadi produsen kedelai, namun saat ini, komoditas andalannya adalah ubikayu. Untuk menunjang pencapaian swasembada kedelai, Ibu Mardiana dan Ibu Etty, dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung melakukan studi banding tentang pengelolaan dan produksi benih kedelai, termasuk cara penyimpanan kedelai di UPBS Balitkabi pada tanggal 16 April 2015.

Kunjungan tersebut diterima oleh Muchlish Adie dan M. Arum (UPBS). Disampaikan bahwa pada tahun 2015, Diperta Lampung memprogramkan peningkatan produksi benih kedelai dan akan dilakukan peningkatan kemampuan petani dalam memproduksi benih kedelai, termasuk tatacara penyimpanan benih kedelai.

Ditanyakan juga peluang penggunaan plastik hermatik sebagai wadah penyimpanan kedelai. Muchlish Adie dan M. Arum menyampaikan bahwa mutu benih ditentukan sejak di pertanaman hingga paspa panen. Titik kritis mutu benih kedelai berada pada fase pascapanen.

Juga disampaikan bahwa baik tidaknya wadah untuk penyimpan benih kedelai ditentukan oleh mampu tidaknya wadah yang digunakan untuk menyimpan benih kedelai memutus atau sesedikit mungkin berinteraksi dengan lingkungan di luar wadah. Yang perlu diperhatikan juga sehebat apapun wadah yang digunakan, jika benih yang dimasukkan kedalam wadah penyimpanan tidak dalam kondisi baik, maka benih akan cepat menurun vigornya.

Kunjungan staf Diperta Provinsi Lampung ke UPBS Balitkabi Juga ditunjukkan tahapan prosesing benih hingga pengepakan yang dilakukan oleh UPBS Balitkabi, termasuk spesifikasi plastik yang digunakan, dan tatacara penyimpanan kedap udara.

Kunjungan staf Diperta Provinsi Lampung ke UPBS Balitkabi Juga ditunjukkan tahapan prosesing benih hingga pengepakan yang dilakukan oleh UPBS Balitkabi, termasuk spesifikasi plastik yang digunakan, dan tatacara penyimpanan kedap udara.

Direncanakan Diperta Provinsi Lampung akan mengajak calon penangkar kedelai untuk berkunjung ke UPBS Balitkabi pada awal Mei 2015.

MMA