Berita » Sumatera Utara Mendukung Swasembada Kedelai

fgd-mendukung-swasembada-ke

Penyusunan Decentralized Action Plan (DAP), Model Akselerasi Pembangunan Pertanian Ramah Lingkungan Secara Lestari (M-AP2RL2) Mendukung Pencapaian Swasembada Kedelai Tahun 2014 di Sumatera Utara telah dilakukan di BPTP Sumatera Utara dalam bentuk Focus Group Discussion (FDG) pada 26 Juni 2013. Hadir dalam FGD Dr. Ir. Hj Sabrina MSi Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara atas nama Gubernur, Kepala Balai Besar Teknologi Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Dr. Agung Hendriadi M.Eng, Peneliti Badan Litbang Pertanian Prof. Dr. Marwoto, Kepala BPTP Sumatera Utara Dr. Ali Jamil dan sekitar 100 orang yang terdiri dari para Kepala SKPD Provinsi Sumatera Utara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten se Provinsi Sumatera Utara, Direksi PTPN, BUMN, HKTI, Perguruan Tinggi dan para stakeholder terkait. FGD diharapkan dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif dan bermanfaat dalam rangka penyiapan dokumen rencana aksi yang terdesentralisasi terkait pencapaian target Swasembada kedelai tahun 2014 di Sumatera Utara yang sekaligus juga mewujudkan target sukses Kementerian Pertanian. Upaya pencapaian peningkatan produksi kedelai dari tahun 2010 hingga kini belum menampakkan peningkatan produksi signifikan. Produksi kedelai berkisar dari 800–900 ton, dibanding kebutuhan untuk tahun 2014 sebesar 2,7 juta ton. Hal ini merupakan pekerjaan yang berat dan harus didukung semua pihak yang terkait. Kementerian Pertanian menargetkan pertanaman kedelai untuk Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2014 39.400 ha, dengan produktivitas 14,64 ton/ha dan produksi 54.800 ton. Target tersebut selama tiga tahun terakhir produksi kedelai di Provinsi Sumatera Utara belum pernah tercapai. Produktivitas kedelai di Sumatera Utara baru mencapai rata-rata 1,1 t/ha dengan kisaran 0,6–2,0 t/ha. Potensi produktivitas kedelai di Sumatera Utara sesungguhnya cukup tinggi. Hasil gelar teknologi kedelai di kawasan hutan sawit tahun 2011-2012 mampu menncapai 2,5 t/ha. Dari FGD terungkap beberapa masalah penyebab turunnya produksi kedelai di Sumatera Utara, antara lain karena turunnya luas areal akibat harga kedelai pada saat panen murah, sehingga petani memilih menanam komoditas lain (jagung, ubi, dan tanaman sayuran), di samping itu jaminan pasar kedelai yang tidak jelas. Solusi untuk peningkatan produksi kedelai di Sumatera Utara dapat dilakukan dengan perluasan areal dan peningkatan produktivitas. PTPN bersedia dan menawarkan penanaman kedelai di areal perkebunan dengan bimbingan teknis dari BPTP. Peningkatan produktivitas kedelai dapat dilakukan dengan penggunaan varietas unggul, benih berkualitas dan penerapan teknologi spesifik lokasi. Dukungan kebijakan yang di usulkan Pemerintah Daerah agar Pemerintah Pusat menetapkan dan mensosialisasikan HPP dan stabilitas harga kedelai segera diberlakukan, BUMN diharapkan dapat menampung hasil panen kedelai dengan harga yang layak.


Kegiatan FGD peningkatan produksi kedelai di Sumatera Utara melibatkan BPTP Sumatera Utara, Pemerintah Daerah Prov Sumut,
Dinas Pertanian Sumatera Utara.

Marwoto/AW