Berita » Survailen Kedua Asesor KAN untuk Laboratorium Balitkabi

Laboratorium di Balitkabi telah melakukan audit internal, kaji ulang manajemen, dan jaminan mutu internal untuk meningkatkan sistem manajemen dan pelayanan kepada pelanggan. Dengan demikian Balitkabi sudah bersungguh-sungguh untuk memenuhi persyaratan ISO/IEC 17025:2005. Adanya kekurangan beberapa ketidaksesuaian baik dalam persyaratan manajemen maupun teknis perlu diperbaiki untuk akreditasi lanjutan. Yang juga layak diapresiasi adalah tidak ada temuan major. Demikian disampaikan oleh Ir. Sulistyowati sebagai Asesor Kepala KAN dan Bapak Sulaeman, M.Sc. sebagai Anggota saat menyampaikan hasil survailen di Balitkabi. Survailen dilaksanakan pada tanggal 19 September 2013.
Balitkabi telah melaksanakan tupoksi laboratorium penguji berdasarkan ISO/IEC 17025:2005 dan mendapatkan sertifikat akreditasi sebagai laboratorium penguji dari Komite Akreditasi Nasional (KAN). Untuk mempertahankan status akreditasi tersebut maka dilakukan Survailen tahunan pada Laboratorium Penguji Balitkabi oleh KAN pada 19 September 2013. Tahun ini merupakan survailen kedua sejak mendapatkan status akreditasi. Survailen dilakukan oleh Tim Asesor KAN yang dikomandani oleh Ibu Ir. Sulistyowati sebagai Asesor Kepala dan Bapak Sulaeman, M.Sc. sebagai Anggota. Didampingi Kepala Balai yang baru Dr. Ir. Didik Harnowo, MS, selaku Manajer Puncak, semua anggota Tim Akreditasi Laboratorium melayani Tim Asesor. Dalam arahannya saat pembukaan, Ketua Tim Asesor mengemukakan bahwa tujuan dari Survailen bukan untuk mencari kesalahan, tetapi memverifikasi implementasi penerapan ISO 17025. Menurutnya, “apa yang ditulis harus dikerjakan dan apa yang dikerjakan harus ditulis”.
Berdasarkan penilaiannya, Tim Asesor menyimpulkan bahwa laboratorium sudah bersungguh-sungguh untuk memenuhi persyaratan ISO/IEC 17025:2005. Laboratorium telah melakukan audit internal, kaji ulang manajemen, dan jaminan mutu internal untuk meningkatkan sistem manajemen dan pelayanan kepada pelanggan, akan tetapi masih ditemukan beberapa ketidaksesuaian baik dalam persyaratan manajemen maupun teknis. Akreditasi dapat dilanjutkan setelah semua ketidaksesuaian diperbaiki hingga memenuhi dalam jangka waktu yang ditetapkan. Pada acara penutupan survailen, bu Sulistyowati selaku asesor kepala menyampaikan bahwa banyak peningkatan yang telah dilakukan, namun ada beberapa hal yang masih harus diperbaiki. Dalam survailen ini tidak ada temuan major, namun terdapat temuan ketidaksesuaian kategori 2 (minor) dan 3 temuan ketidaksesuaian kategori 3 (observasi), yang harus diperbaiki paling lambat selama 30 hari kerja agar status akreditasi tetap dapat dipertahankan. Dalam sambutannya, Kepala Balai menyampaikan terimakasih kepada para asesor dan kepada para personil laboratorium atas kerja keras dalam mempersiapkan survailen ini sehingga tidak ada temuan major. I K Tastra, Wiwit