Berita » Swasembada Pangan Harus Segera Diraih

kunj-presiden-di-ponorogo1

Swasembada pangan menjadi target pemerintahan sekarang, dan terus dipercepat dengan berbagai upaya khusus. Tanggal 6 Maret 2015 dilakukan panen dan tanam padi di Desa Jetis Ponorogo oleh Presiden RI disertai oleh Menteri Pertanian, Dr. Amran Sulaiman, Gubernur Jatim dan beberapa pejabat lainnya. Dr. Didik Harnowo, kepala Balitkabi, ikut hadir dalam acara tersebut.

Mengawali sambutannya dihadapan ratusan petani, Presiden Jokowi, menekankan impor beras harus dilakukan secara bijaksana, jika perlu hentikan. kita harus malu, mosok lahan luas kok menjadi negara pengimpor beras, kita malu dengan negara lain yang lahannya sempit malah menjadi pengekspor beras. Petani harus tetap bersemangat menanam, memelihara dan panen. Bantuan traktor yang disampaikan ini digunakan untuk mendukung peningkatan produktivitas padi. Dengan alsintan, susut hasil dapat dikurangi 8 – 10%.


Menteri Pertanian juga menyampaikan Empat Sukses peningkatan produksi pangan yakni irigasi, benih, pupuk dan alsintan. Apa yang terjadi sekarang seperti naiknya harga beras harus secepatnya diatasi. Diakui memang terjadi disparitas harga. Dengan harga gabah sekarang Rp 4.500/kg semestinya harga beras hanya sekitar Rp 7.000/kg. Peningkatan produksi pangan harus mengutamakan dari empat sukses peningkatan produksi tersebut, sekaligus hal tersebut yang menjadi fokus program Kementerian Pertanian saat ini.

Sekali lagi Mentan Amran, menyampaikan empat kunci sukses tersebut harus menyatu dan diaplikasikan secara sungguh-sungguh di lapang. Sehingga produktivitas meningkat, bahkan indeks pertanian mampu ditingkatkan dari yang semula IP 1 menjadi IP 2, yang IP 2 menjadi 3.

MMA