Berita » Sweetpotato Breeders Workshop

Kepala Balitkabi (Dr. Didik Harnowo) dan Pemulia Ubijalar (Dr. M. Jusuf) pada tanggal 22–27 September 2014 menghadiri “Sweetpotato Breeders Workshop” yang diselenggarakan di Dhaka, Bangladesh (bertempat di The Conference Room of The USAID Horticulture Project – CIP Bangladesh Office). Hari Senin 23 Februari 2015, Dr. Didik Harnowo dan Dr. M. Jusuf menyampaikan hasil kegiatan workshop tersebut di aula Balitkabi. Pada kesempatan pertama Dr. Didik Harnowo memaparkan bahwa tema workshop tersebut adalah: Sweetpotato Breeders Workshop – Looking Forward to a New Phase. Peserta workshop terdiri dari 16 peneliti (sebagian besar pemulia ubijalar) dari berbagai negara, yaitu Indonesia, India, Bangladesh, Peru, Mozambik, CIP Headquarter, CIP Afrika Barat Daya, dan CIP-ESEAP. Dr. Didik memaparkan secara umum agenda kegiatan yang dilakukan selama workshop. Salah satu agenda kegiatan yang dilakukan adalah mengikuti presentasi yang diberikan Dr. Wolfgang Gruneberg (CIP-Peru) yang memaparkan tentang Looking Forward to a New Phase of Breeding OFSP (Orange Flesh Sweet Potato) in South and South-East Asia for Asia. Dr. Wolfgang Gruneberg menyampaikan mengenai (a) History of Projects (Breeding OFSP), (b) Vitamin A Deficiency (VAD) across world regions, (c) Uses & Markets – Market No 1. Heath & Food Security, and (d) The classic OSP variety – low dry matter & sweet. Selain itu juga dilakukan diskusi dan fieldtrip ke BARI (Bangladesh Agriculture Reseacrh Institute) dan Provinsi Jessore. Provinsi ini menjadi salah satu contoh pembelajaran bagaimana upaya pemerintah untuk mendiseminasikan varietas yang telah dihasilkan dengan melibatkan petani wanita.

Sebagai penutup Dr. Didik Harnowo menyampaikan bahwa program pemuliaan ubi jalar di Indonesia berada satu langkah di depan dibandingkan dengan Bangladesh, India dan bahkan Mozambik. Penggunaan ubi jalar dalam bentuk olahan pangan di Indonesia juga sudah cukup luas. Oleh karena itu, India, Bangladesh, dan Mozambik mengapresiasi keberhasilan yang dicapai Indonesia. Rencananya, workshop tahun ini akan diselenggarakan di Indonesia (sekitar bulan Juli-Agustus 2015) di Balitkabi Malang. Pada presentasi selanjutnya, Dr. M. Jusuf menyampaikan secara lebih rinci agenda kegiatan selama workshop. Pada workshop ini setiap negara menyampaikan “Country Reports” mengenai tiga hal, yaitu pemuliaan ubijalar, perkembangan plasma nutfah ubijalar, dan diseminasi varietas unggul ubijalar. Dr. M. Jusuf menyampaikan materi dengan judul “Overview of Sweetpotato Variety Dissemination in Indonesia”. Selain ketiga hal tersebut dibahas juga tentang pertukaran plasma nutfah, memperkuat program pemuliaan ubijalar, pelepasan varietas unggul, peningkatan adopsi varietas unggul oleh petani ubijalar, dan sejarah keberhasilan diseminasi varietas unggul ubijalar kayabeta karoten di Mozambik (Afrika Barat Daya). Dr. M. Jusuf juga menyampaikan bahwa Mozambik dalam waktu 5 tahun telah berhasil melepas 15 varietas berdaging umbi oranye pada Feburuari 2011, hal ini karena dukungan dana yang sangat besar dari pemerintah. Dari workshop tersebut didapatkan kesepakatan kegiatan kerjasama antara Balitkabi dan CIP sebagai berikut (1) Collection of sweet potato germplasm especially short duration, carotene rich, high dry matter, weevil resistance along with high yield, (2) Organize seminar/workshops, (3) Manpower development through training, visit and higher education, (4) Collaborative works on drought, salinity and transgenic variety development, dan (5) Dissemination of High Yield Variety. Wiwit/Ratri/KN