Berita » Tanam Perdana GLIP Budenopi, Tim Peneliti Ikut Turun ke Sawah

budenopiSetelah melalui berbagai proses persiapan yang cukup panjang, yakni koordinasi dengan Dinas terkait di Kabupaten maupun di Desa dan sosialisasi secara intensif, akhirnya diputuskan GLIP Budenopi (Gelar Lapang Inovasi Pertanian Budi Daya Kedelai Tanpa Pestisida Kimia) tanam perdana pada hari Senin 26 Maret 2018. Tanam kedelai sekitar 0,5 ha pada lahan sawah MK 1 setelah padi telah diselesaikan. Beberapa anggota Tim Peneliti GLIP Budenopi pada saat tanam perdana ini turun ke sawah mendampingi sekaligus menyemangati petani melaksanakan tanam perdana.

Terdapat dua paket teknologi yang diterapkan pada kegiatan ini, yakni paket Eksisting (masih ada penggunaan pestisida kimia) dan paket Budenopi (tidak menggunakan pestisida kimia, namun menggunakan biopestisida seperti VirGra, SGM, Eugenol, Trichol-8, dan Be-Bas). Varietas yang digunakan pada kegiatan ini adalah Anjasmoro, Argomulyo, Dena 1, Deja 2, dan Dega 1. Selain beberapa varietas pada perlakuan utama, ditanam juga beberapa varietas sebagai superimpose, termasuk kedelai lokal “Martoloyo”. Pada akhir kegiatan ini nantinya akan diketahui antara lain efektivitas biopestisida, ekonomi usahatani kedelai, varietas yang mampu menampilkan produtivitas tertinggi, dan varietas yang disukai petani di wilayah ini.

Beberapa anggota Tim Peneliti Budenopi tahun 2018 turun ke sawah saat tanam perdana.

Beberapa anggota Tim Peneliti Budenopi tahun 2018 turun ke sawah saat tanam perdana.

“Mari kita niatkan secara tulus, dengan komitmen tinggi, dan kerja keras bersama-sama, mudah-mudahan apa yang akan kita kerjakan selama sekitar tiga bulan ke depan ini mendapat bimbingan dari Tuhan Yang Maha Kuasa sehingga sukses”, kata Dr. Yusmani Prayogo, penangungjawab kegiatan GLIP Budenopi tahun 2018, saat pertemuan koordinasi dan sosialisasi terakhir, sehari sebelum tanam yakni pada malam hari tanggal 25 Maret 2018 di Balai Desa Kedung Asri, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Acara sosialisasi dihadiri oleh 40 orang petani kooperator dari Kelompok Tani “Sri Rejeki” dan Penyuluh Pertanian setempat (Ibu Purwanti S.P.). Dr. Yusmani pada acara malam ini menyampaikan tentang hama/penyakit tanaman kedelai dan pengendaliannya, sekaligus menjelaskan secara detail mengenai biopestisida; manfaat, cara kerja, cara pembuatan, serta aplikasinya.

Nara sumber lain adalah Prof. Dr. Didik Harnowo, menyampaikan tentang “Teknik budi daya hingga penanganan pascapanen kedelai anjuran pada Budenopi”. Ditekankan bahwa output (keluaran) lain yang sangat penting adalah dihasilkannya benih kedelai bermutu/bersertifikat. Terkait dengan hal tersebut, Dr. Didik sangat mengharapkan komitmen, kerja keras, dan keseriusan yang tinggi bagi semua komponen yang terlibat untuk menyukseskan kegiatan ini. Khususnya kepada Penyuluh Lapangan setempat dan para petani kooperator, Dr. Didik berpesan, “Jangan ragu-ragu (gamang) dalam melaksanakan kegiatan ini karena mulai awal hingga akhir kegiatan ini akan didampingi secara penuh oleh peneliti dan teknisi yang kompeten dari Balitkabi”.

Dr. Novita Nugrahaeni, sebagai nara sumber bidang pemuliaan tanaman menyampaikan mengenai karakteristik varietas-varietas kedelai, sekaligus manfaatnya dalam upaya pengawalan mutunya di lapang selama produksi benih. “Pengetahuan dan pemahaman mengenai ciri-ciri varietas kedelai sangat diperlukan bagi penangkar/calon penangkar benih kedelai”, kata Dr. Novita.

Ir. Sumartini, M.S. pada Bimtek kali ini menyampaikan manfaat biofungisida Be-Bas, sekaligus mempraktekkan cara pembuatan Be-Bas kepada para petani kooperator yang hadir. Petani yang hadir merasa puas dengan Bimtek ini dan menyatakan akan bekerja sebaik-baiknya untuk menyukseskan kegiatan ini.

Suasana selama Bimtek GLIP Budenopi di Balai Desa Kedung Asri, Kec. Tegaldlimo, Banyuwangi, pada 25 Maret 2018.

Suasana selama Bimtek GLIP Budenopi di Balai Desa Kedung Asri, Kec. Tegaldlimo, Banyuwangi, pada 25 Maret 2018.

DH