Berita » Tanaman Pangan sebagai Tanaman Sela di PTPN 6 Unit Kayuaro, Kerinci, Jambi

Pada tanggal 12–13 Mei 2015, Badan Litbang Pertanian di undang oleh PTPN 6 unit Kayuaro Kerinci untuk memberikan masukan komoditas tanaman pangan yang akan digunakan sebagai tanaman sela diantara tanaman kopi muda. Tim Balitbangtan di pimpin oleh Ka Balitkabi, Dr. Didik Harnowo, dengan didampingi oleh Dr. Putu Wardana (Puslitbangtan), Ir. Bahtiar, MS (Balitsereal), dan Dr. Andy Wijanarko (Balitkabi). PTPN 6 unit Kayuaro mempunyai lahan seluas 3000 ha yang saat ini merupakan perkebunan teh pada ketinggian sekitar 1430 m diatas permukaan laut. PTPN 6 berencana untuk mengganti tanaman teh dengan tanaman kopi seluas 1001 ha dan menyisakan tanaman teh sekitar 2999 ha. Dipilihnya tanaman kopi karena kopi Kerinci merupakan salah satu kopi terbaik di Indonesia. Saat ini terdapat tanaman kopi yang masih berumur kurang lebih 3 bulan seluas 15 ha. Pada akhir Oktober 2015 PTPN 6 menargetkan menanam tanaman kopi seluas 500 ha. Untuk memanfaatkan lahan diantara tananam kopi, pihak PTPN 6 berencana menanam tanaman pangan. Berdasarkan hasil kunjungan lapangan di perkebunan Kayuaro, Kerinci, Tim Balitbangtan menawarkan beberapa komoditas tanaman pangan yaitu jagung, kedelai, kacang hijau dan kentang sebagai tanaman sela di antara kopi muda. Pada tanggal 13 Mei 2015, Tim Balitbangtan mempresentasikan hasil kajian di lapangan ke Direksi PTPN 6 di Kota Jambi. Setelah berdiskusi cukup panjang, pihak PTPN 6 berkeinginan untuk menanam tanaman jagung sebagai tanaman sela. Tanaman kedelai atau kacang hijau akan dicobakan terlebih dahulu dalam luasan kecil untuk mengetahui potensi hasil. Selanjutnya Tim Balitbangtan diharapkan membuat proposal untuk diajukan di PTPN 6, Jambi.


Keadaan lahan dan tanaman kopi muda (kanan) dan suasana diskusi antara tim Balitbangtan dan Kepala PTPN 6 Unit Kayuaro (kiri).


Suasana diskusi antara tim Balitbangtan dengan Direksi PTPN 6 di Jambi.

DH/AWj