Berita » Tekad STPP Malang Membangun Kemandirian Korporasi Petani Indonesia

Narasumber menyampaikan materi utama.

Narasumber menyampaikan materi utama.

Dalam rangka Dies Natalis ke-17, STPP Lawang-Malang menyelenggarakan Seminar Nasional dengan mengusung tema “Membangun Kemandirian Korporasi Petani Indonesia menuju Kedaulatan Pangan”, pada Rabu 2 Mei 2018, bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Seminar yang dibuka oleh ketua STPP Lawang, Dr. Ir. Surachman Suwardi, M.P., menghadirkan tiga narasumber utama yaitu Ir. Hadi Sulistyo, M.Si. (Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur), Prof. Dr. Ir. Wisnu Cahyadi, M.Si (Guru Besar Teknologi Pangan Universitas Pasundan Bandung), dan Bapak Mudakir (pimpinan BUMP/Badan Usaha Milik Petani Margo Dadi, Gunungkidul).

Kedaulatan pangan merupakan terpenuhinya hak setiap orang, masyarakat dan negara untuk mengakses dan mengontrol aneka sumberdaya produktif serta menentukan dan mengendalikan sistem (produksi, distribusi, konsumsi) pangan sendiri sesuai kondisi ekologis, sosial, ekonomi, dan budaya khas masing-masing. Mewujudkan kedaulatan pangan tidak hanya level negara, namun dimulai dari individu, masyarakat, atau kelompok tani. Pertanian dengan kelembagaan yang kuat akan memberikan manfaat yang besar bagi anggotanya atau yang disebut dengan model korporasi pertanian. Korporasi pertanian bertujuan untuk mendidik para petani menjadi entrepenuer sejati yang memiliki daya saing kuat meningkatkan nilai lebih dari produk tanaman pangan maupun hortikultura.

Bapak Mudakir yang merupakan contoh Penggerak Korporasi Ekonomi Pertanian di Gunung Kidul menuturkan kisah perjuangan Koperasi Tani Ternak Margo Dadi yang sebelumnya hanya sebagai kelompok tani biasa hingga menjadi suatu lembaga yang berbadan hukum dan berhasil menjuarai berbagai lomba Kelembagaan Ekonomi Petani tingkat Nasional. Menurut beliau, eksistensi suatu lembaga harus terbentuk mulai dari karakter pengurusnya, berkomitmen bahwa bertani adalah suatu kebutuhan, sukses, makmur tergantung dari masing-masing pribadi bukan dengan adanya bantuan dari luar. Yang lebih penting lagi bahwa harus ada kaderisasi atau pewarisan karakter sehingga eksistensi lembaga dapat terjaga.

Selain narasumber utama, seminar juga menyajikan 23 makalah penunjang yang dipresentasikan secara paralel yang terbagi dalam tujuh sub-tema yaitu Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian, Teknologi Produksi Pertanian, Teknologi Produksi Peternakan, Sosial Ekonomi Pertanian, Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Pertanian, Kelembagaan Petani dan Kelembagaan Ekonomi Petani, dan Pemberdayaan Kelompok Tani. Dalam seminar tersebut dua peneliti Balitkabi yaitu Herdina Pratiwi dan Wiwit Rahajeng ikut berpartisipasi sebagai pemakalah.

Dua peneliti Balitkabi menyampaikan hasil penelitiannya dalam semnas di STPP Malang, 2 Mei 2018.

Dua peneliti Balitkabi menyampaikan hasil penelitiannya dalam semnas di STPP Malang, 2 Mei 2018.

HP/WR