Berita » Telusuri VUB Balitbangtan pada Penangkar Kedelai di Kab. Nganjuk dan Ponorogo

Tim Balitkabi berkunjung ke CV. Kardika Kresna Penangkar Kedelai di Nganjuk, Jawa Timur

Tim Balitkabi berkunjung ke CV. Kardika Kresna Penangkar Kedelai di Nganjuk, Jawa Timur

“Don’t stop, Maju terus, Pertanian tidak mengenal krisis, karena semua orang butuh makan” setegas itu arahan Mentan Dr. Syahrul Yasin Limpo di situasi keprihatinan dunia akan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini. Salah satunya adalah memastikan ketersediaan benih kedelai untuk pertanaman musim ini, agar kelangsungan produksi kedelai dapat dicapai. Untuk itu tim Balitkabi yang terdiri dari bagian Program, Diseminasi, dan Sosial Ekonomi melakukan penulusuran dan pemantauan perkembangan benih oleh para penangkar benih kedelai.

Tim Balitkabi mengunjungi UD. Kardika Kresna sebagai penangkar besar berlokasi di Desa Talang, Kec. Rejoso, Kab. Nganjuk pada pertengahan April lalu. Dilaporkan Areal penangkaran benih kedelai varietas Anjasmoro tahun 2020 di Kec. Rejoso, seluas 50 ha selebihnya 25 ha di luar kecamatan setempat.

Tim Balitkabi sedang melakukan wawancara dengan CV. Kardika Kresna di Nganjuk, Jawa Timur

Tim Balitkabi sedang melakukan wawancara dengan CV. Kardika Kresna di Nganjuk, Jawa Timur

Tim Balitkabi sedang melakukan wawancara dengan CV. Trubus Gumelar Penangkar Kedelai di Ponorogo

Tim Balitkabi sedang melakukan wawancara dengan CV. Trubus Gumelar Penangkar Kedelai di Ponorogo

Penangkar kedelai CV. Kardika Kresna memiliki pengalaman sebagai penangkar benih kedelai skala besar dalam memproduksi varietas kedelai Wilis dan Anjasmoro klas SS/BP (Benih Pokok) dan BR (Benih Sebar). Disampaikan oleh bapak Putut sebagai pengelola CV. Kardika Kresna permintaan terhadap dua varietas kedelai tersebut sangat tinggi. Pada 2018 CV. Kardika Kresna memproduksi kedua varietas tersebut sebanyak 1.000 ton, untuk memenuhi permintaan Prop. Jawa Timur yaitu Mojokerto, Lamongan, Jombang, Blitar, dan Bangkalan, juga jawa Barat (Majalengka) hingga 22 ton.

Dijelaskan jika dalam satu hektar menghasilkan biji 2 t/ha, dan dapat diproses menjadi 1,5 t benih berlabel. Permintaan benih terbanyak pada MK 1 dengan harga benih kelas SS sebesar Rp.10.800. Di kab. Ngajuk tanaman kedelai ditanam setelah panen padi dan sebelum penanaman bawang merah, di sana petani yakin lahan bekas tanaman kedelai akan membuat tanaman bawang merah tumbuh lebih baik.

Akhir Februari 2020, CV. Kardika Kresna membuat demplot VUB Devon dan Dena 1. Diharapkan varietas ini dapat diterima oleh petani. Menurut penangkar, benih VUB kedelai seperti Devon, Dega dan Dena memiliki ukuran biji yang sesuai preferensi pasar dan saat ini keragaan pertumbuhannya bagus.

Kunjungan Tim Balitkabi ke Penangkar Benih  CV. Trubus Gumelar Kec. Babadan

Kunjungan Tim Balitkabi ke Penangkar Benih CV. Trubus Gumelar Kec. Babadan

kunjungan di UD. Dwi Saputra Penangkar Kedelai di kec. Jetis kab. Ponorogo

kunjungan di UD. Dwi Saputra Penangkar Kedelai di kec. Jetis kab. Ponorogo

Dijelaskan jika CV Trubus Gumelar mampu memproduksi benih pertahun 500-1.000 ton untuk memenuhi permintaan Jawa maupun luar Jawa. Tahun 2019 melayani permintaan Pemda Propinsi/Kabupaten yaitu Jawa Timur : Magetan, Ponorogo, Lamongan, Bojonegoro, Pasuruan, Blitar, Madiun, Pacitan juga Prov. Jawa Tengah : kab. Demak, Batang, Pemalang, Wonogiri serta luar Jawa : Kupang, Sumbawa, Sumba Barat Daya, Minahasa, Donggala, Medan, dan lain-lain. Permintaan benih terbanyak pada MK 1, dan untuk mengantisipasi permintaan benih yang tidak dapat diprediksi, serta ketidakseimbangan stok benih pada MK 2 dan MH maka perusahaan melakukan kemitraan dengan petani kedelai.Selanjutnya kunjungan ke Ponorogo yaitu ke CV. Trubus Gumelar di kec. Babadan dan UD. Dwi Saputra di kec. Jetis. Penangkar benih CV. Trubus Gumelar termasuk kategori penangkar benih besar. Disampaikan jika CV Trubus Gumelar memenuhi pengadaan benih bantuan kedelai sesuai SK. CPCL Dinas Pertanian yaitu var. Anjasmoro. Kelas benih yang diproduksi antara lain: SS, BR1 dan BR2. Mereka mampu menghasilkan biji kedelai per ha sebanyak 1,8 t, dan diproses menjadi benih berlabel 1,5-1,7 ton.

Kunjungan berakhir di sentra usahatani kedelai yang pernah berjaya di era 2000, yaitu di Jetis, Kab. Ponorogo. Tim Balitkabi ditemui oleh Bapak Thohari sebagai wakil pimpinan UD. Dwi Saputra yang termasuk penangkar benih skala sedang. Menurut Bapak Tohari varietas Gepak Kuning dan Wilis hingga saat ini masih konsisten menjadi varietas yang terus dikembangkan dalam penangkaran benih kedelai, untuk memenuhi permintaan pelanggan. Produksi kedelai umumnya untuk benih tetapi tetapi juga melayani konsumsi untuk bahan baku kecambah, tahu dan tempe. Produksi Gepak kuning dan Wilis per hektar 2,0 – 2,3 ton dan menghasilkan benih klas SS/BR sebanyak 1,7-1,9.

Pelanggan tetap varietas Gepak Kuning adalah petani wilayah kec. Jetis dan sekitarnya. Tahun 2019 lalu, UD. Dwi Saputra mengirim benih kedelai ke kab. Nganjuk (10 t), Madiun (2,5 t), Pacitan (3 t), Wonogiri (15 t), Rembang (20 t), serta kedelai konsumsi var. Gepak kuning ke wilayah Ponorogo serta dari Bandung dengan rata-rata permintaan 1 t/bulan.

Ketiga penangkar ingin mengadopsi teknologi VUB kedelai dari Balitbangtan, namun tetap melihat preferensi yang dapat diterima pasar. Semoga dari hasil kunjungan tim Balitkabi diperoleh “win-win solution” antara pengembang VUB kedelai dan produsen/penangkar kedelai dalam mendukung maupun bersinergi dalam meningkatkan efektivitas penyebaran VUB kedelai spesifik lokasi, peningkatan produktivitas perbenihan, informasi ketersediaan benih bermutu secara online, perlunya usulan revisi harga benih kedelai yang sesuai, dan mendukung kuantitas kedelai konsumsi.
IS/EU