Berita » Temu Lapang Pengelolaan Kalium Pada Kedelai

kalium1

Bagi kebanyakan petani, pemahaman dan pengetahuan akan hara kalium memang tidak sepopuler nitrogen.  Penelitian Pengelolaan kalium untuk tanaman kedelai pada lahan sawah; dilakukan bersama antara Balitkabi dengan International Potash Institute (IPI). Perancangan pelaksanaan penelitian telah dibicarakan antara Kepala Balitkabi (Dr. Muchlish Adie) dengan Direktur IPI untuk wilayah Asia dan Pasifik (Dr. Bala Thirugranasothy) pada bulan Mei yang lalu. Tiga aspek utama telah ditetapkan dalam kerjasama tersebut.  Evaluasi perlakuan pemupukan di lapang; temu lapang; dan lokakarya Pengelolaan kalium untuk tanaman kedelai pada lahan sawah dengan pola tanam padi – padi – kedelai.  Penelitian di Desa Wonokerto, Kedunggalar, Ngawi dan Desa Pulerejo, Pilangkenceng, Madiun; telah dilaksanakan sejak bulan Juni 2011. Temu lapang, 24 Agustus 2011, pada kedua lokasi, diikuti oleh petani, penyuluh, pengamat hama dan peneliti (dari Balitkabi dan BPTP).  Temu lapang dilakukan di areal penelitian, dan petani diajak untuk melihat berbagai keragaan tanaman kedelai dengan berbagai perlakuan pemupukan.  Petani juga diajak berdiskusi di lapang tentang pemahamannya terhadap gejala menguning pada kedelai; usaha penyembuhan gejala kerdil, daun menguning dan tepi daun mengering; serta penilaian petani terhadap berbagai perlakuan pemupukan.  Penjelasan Prof. Subandi, yang didampingi oleh Prof. Suyamto, Prof, Marwoto, Dr. AA Rahmiana, tentang berbagai perlakuan pemupukan kalium, memang menarik untuk didengar dan dipahami oleh petani. Ternyata, umumnya petani tidak terlalu memahami mengapa daun kedelainya menjadi kuning; termasuk juga bagaimana cara penyembuhannya.  Dengan penelitin tersebut, diharapkan petani dapat melihat, upaya penyembuhan gejala kedelai berdaun kuning, termasuk seberapa besar pengaruhnya terhadap perolehan hasil kedelainya nanti. Menurut Pak Subandi, pengetahuan petani akan kalium akan semakin meningkat, manakala nanti hadir dalam lokakarya, 8 September 2011 di Ngawi. Foto Penelitian di Desa Pulerejo, Pilangkenceng, Madiun (Peserta:23 petani, 1 penyuluh pertanian, dan 1 pengamat hama) :

Foto Penelitian di Desa Wonokerto, Kedunggalar, Ngawi (Peserta: 24 petani, 1 penyuluh pertanian) :