Berita » Terobosan Pola dan Jarak Tanam demi Swasembada Kedelai

2

Mencapai swasembada kedelai bukan soal mudah, namun kita harus terus berupaya mewujudkannya. Upaya menerobos kebuntuan pengembangan lahan kedelai melalui perluasan areal tanam baru (PATB) yaitu dengan pemanfaatan lahan bekas tambang, mengisi lorong pertanaman perkebunan dan tegakan hutan muda, pemanfataan lahan rawa pasang surut, lahan gambut, lahan tegalan/kering, bekas lahan PATB jagung bahkan mengisi lahan-lahan tadah hujan di saat musim bera sudah dilakukan Kementan bekerja sama dengan Kemendes dan Kemen PU.

Menuju tahun kedelai 2019‒2023 dengan harapan mengulangi sukses meraih swasembada kedelai di era tahun 1992, upaya baru dilakukan melalui program tumpangsari kedelai-jagung dan kedelai-padi gogo dengan inovasi jarak tanam rapat. Sebagai institusi litbang akabi, Balitkabi harus melakukan verifikasi dan validasi pola tumpangsari yang direkomendasikan dengan pembanding teknologi kunci Balitkabi, baik PTT kedelai, yaitu Inovasi Budesari di lahan KP Kendalpayak Malang. Hal tersebut dilakukan dalam rangka memperoleh hasil-hasil kajian lapang untuk memberi jawaban secara sain (scientific views) saat menjalan penugasan pendampingan.

Tim verifikasi dan validasi terdiri dari peneliti handal Balitkabi yaitu Prof. Dr. Didik Harnowo, Prof. Dr. Arief Harsono, Dr. Muchlis Adie, Dr. Joko Susilo Utomo, Dr. Titik Sundari, Ir. Sumartini, M.S., Ir. Fachrur Rozi, M.S., Ir. Abdullah Taufiq, M.P., Cipto Prahoro, S.P., dan Kajaslit (B.S. Koentjoro, S.P., M.Kom), Kayantek (Dr. Rudi Iswanto) dan Koordinator Program (Dr. Andy Wijanarko).

3

1

YB