Berita » Tidak Ingin Petani Miskin, Mentan BEKERJA

miskinDibuka oleh Menteri Pertanian Dr. Andi Amran Sulaiman, M.P. didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Sukarwo dan Sekjen Kemendes Anwar Sanusi, Rakor Program #BEKERJA Kementan Tahun 2018 di Surabaya tanggal 7 Agustus 2018 berlangsung dinamis dan memberikan kejelasan tentang sinergitas tiga Kementerian tentang solusi permanen entas Kemiskinan di 10 Provinsi, 21 Kabupaten, 60 Kecamatan, 800 Desa dan 200.000 RTM (Rumah Tangga Miskin).

“Tidak Ingin Petani Miskin, Mentan Bekerja” inilah ujung tombak Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA) melalui kegiatan Pertanian. Sesuai arahan Presiden Jokowi: “Program bedah kemiskinan ini adalah bagian program padat karya tunai, berbasis pada pertanian”.

Rakor program #BEKERJA Kementerian Pertanian Tahun 2018 dipandu oleh Wakil Ketua program #BEKERJA Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Agr. yang juga Direktur Budi Daya Tanaman Sayur dan Tanaman Obat Kementan.

Angkat tema “Bersinergi Mengentaskan Kemiskinan Melalui Program #BEKERJA” menghadirkan Kementerian Sosial dan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) dan Transmigrasi untuk membangun sinergitas entaskan kemiskinan untuk sejahterakan petani, serta pendampingan dan pengawalan keberlanjutan program. Sebagian besar penduduk yang miskin di perdesaan adalah petani dan pendapatan utama lebih dari 70 persen berasal dari sektor pertanian.

Angka kemiskinan pada Maret 2018 mencapai 1 digit yakni 9,82%, ini luar biasa untuk Indonesia. Hal yang terungkap dari Rakor dan menjadi menarik, Pertanian berperan di dalam fluktuasi angka kemiskinan 30% dipengaruhi oleh harga beras. Disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan masih tinggi, yakni 7,03% di perkotaan dan 13,20% di perdesaan. Disinilah peran pemanfaatan DANA DESA penting. Antar Provinsi angka disparitas juga tinggi, di Papua masih 27,74% dan terendah di DKI sebesar 3,57%.

Sebagaimana dana desa yang fungsinya sebagai dana stimulasi untuk meningkatnya nilai aset yang dimiliki masyarakat dan mendorong tujuh sumber pendapatan desa, maka bantuan pada program #BEKERJA juga berjangka waktu target. Sekjen Kemendes PDT & Transmigarasi jelaskan 82,72% desa adalah desa pertanian, bila pertanian desa ditingkatkan maka desa akan sejahtera.

Program “Nawacita” menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara. Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

miskin1

YB