Berita » Tim SmartD Evaluasi Peralatan dan Progress Perluasan Ruang Lingkup Laboratorium Pengujian Balitkabi

bramSelasa, 2 Oktober 2018 Tim SmartD yang diwakili oleh Dr. Ir. Bram Kusbiantoro, MS dan Dr. Dra. Romsyah Maryam, M. Med. Sc berkunjung ke Balitkabi dalam rangka mengevaluasi pengadaan dan penggunaan peralatan laboratorium serta untuk mengetahui progress perluasan ruang lingkup laboratorium pengujian Balitkabi. Kasubag Tata Usaha Langgeng Sutrisno, SP. mewakili Kepala Balai dan personil Laboratorium Pengujian Balitkabi menerima kunjungan tersebut. Langgeng menyampaikan bahwa peralatan merupakan aset penting yang harus dimanfaatkan dan dipertanggungjawabkan dengan menghasilkan karya. Pengadaan bahan dan peralatan laboratorium harus berdasarkan kebutuhan bukan keinginan personal masing-masing peneliti.

Selanjutnya Tim SmartD menyampaikan tujuan kedatangan mereka ke Balitkabi. Dr. Ir. Bram Kusbiantoro, M.S. menyampaikan bahwa program SmartD akan berakhir pada tahun 2019, Tim SmartD ingin mengetahui sejauh mana progress pengajuan ruang lingkup dan penggunaan peralatan laboratorium, serta melakukan pembinaan perihal migrasi dokumen laboratorium dari ISO 17025:2005 ke ISO 17025:2017. Hal baru dalam ISO 17025:2017 adalah adanya klausul Ketidakberpihakan, dan Analisis Risiko, kedua klausul tersebut harus disertai dengan bukti. Mengenai evaluasi peralatan, Dr. Bram mengatakan bahwa peralatan yang tidak efisien penggunaannya bisa dialihkan ke Instansi yang lain.

Selain peralatan laboratorium, progress migrasi dokomen dan perluasan ruang lingkup Laboratorium juga menjadi poin penting yang ditekankan oleh Dr. Dra. Romsyah Maryam, M. Med. Sc. Ir. Laboratorium Penguji Balitkabi yang diwakili oleh Ir. Erliana Ginting, MSc melaporkan kemajuan yang sudah dilakukan, antara lain: Laboratorium Pengujian Balitkabi akan melakukan Reakreditasi yang kedua, dokumen yang dibutuhkan sesuai ISO 17025:2017 sudah di upload dan dinyatakan lengkap oleh KAN. Ada penambahan empat ruang lingkup untuk Laboratorium Tanah dan Tanaman serta satu ruang lingkup untuk Laboratorium Hama dan Penyakit. Langkah selanjutnya adalah menunggu jadwal assesment.

Kunjungan dilanjutkan dengan mengecek dokumen pada laboratorium yang mengajukan penambahan ruang lingkup yaitu Laboratorium Tanah dan Tanaman dan Laboratorium Hama dan Penyakit. Dr. Romsyah melakukan pembinaan pada masing-masing laboratorium terkait dengan dokumen dan pelaksanaan teknis pengujian. Kemudian Tim SmartD melihat peralatan hasil pengadaan SmartD di Laboratorium Sentral Balitkabi, alat-alat tersebut antara lain GCMS dan HPLC. Eriyanto Yusnawan, Ph.D. selaku penanggungjawab Laboratorium sentral Balitkabi melaporkan bahwa alat-alat tersebut sudah dimanfaatkan. Sebagai buktinya, Eri menunjukkan makalah yang telah terbit pada publikasi berindeks scopus. Dilaporkan juga kendala-kendala yang dialami dalam penggunaan alat tersebut. Salah satu yang dikeluhkan adalah alat stabilizer yang kurang bagus.

bram1

WR