Berita » Tindaklanjut Kerjasama Penelitian Ubikayu

ciat

Memajukan ubikayu, itu adalah salah satu tujuan utama kerjasama penelitian ini. University of Queensland (mewakili ACIAR) bersama dengan CIAT, Universitas Brawijaya, Balitkabi, Nomafsi, dan Tay Nguyen University berkolaborasi untuk melakukan penelitian ubikayu dengan judul “Developing value-chains linkages to improve smallholder cassava production systems in Vietnam and Indonesia”. Di Indonesia, penelitian difokuskan di dua provinsi yaitu Sumatera Utara dan Nusa Tenggara Timur. Dalam rangka mematangkan pelaksanaan penelitian tersebut, maka pada tanggal 11 Januari 2016 diadakan pertemuan di Balitkabi. Hadir pada kesempatan itu adalah Mr. Rob Cramb (Univ. Of Queensland), Mr. Jonathan Newby (Univ.of Queensland/CIAT), Mr. Tin Maung Aye (CIAT), Prof. Wani Hadi Utomo (Unibraw), Ibu Suhartini (Unibraw), Erwin Ismu W., M.Sc. (Univ. Tribuana), Bpk. Tomi Djari (pengusaha tapioka NTT), Bpk. Fiatur Nong (staff Distan Sikka – NTT), dan para peneliti ubikayu Balitkabi.


Mr. Rob menyampaikan bahwa, saat ini permasalahan yang seringkali dijumpai pada ubikayu diantaranya adalah: (1) petani pada rantai yang berbeda memiliki peluang dan hambatan yang berbeda pula, (2) teknologi sudah tersedia (seperti varietas, pengelolaan tanah dan hara, pengendalian hama dan penyakit), namun belum didiseminasikan dengan baik, serta (3) para pelaku dalam “value-chain” tertarik untuk meningkatkan produktivitas ubikayu dan keberlanjutan sektor petani kecil. Oleh karena itu tujuan umum dari kegiatan penelitian ini adalah meningkatkan pendapatan dan keberlanjutan produksi ubikayu pada petani kecil terutama di Vietnam dan Indonesia dengan mengembangkan hubungan yang efektif antara pelaku “value-chain’” guna meningkatkan adopsi teknologi. Beberapa hal yang akan dilakukan selama kegiatan penelitian berlangsung diantaranya adalah: (1) mereview produksi, pemanfaatan, dan perdagangan ubikayu, (2) melakukan pelatihan terkait metode “value-chain”, (3) menilai “value-chain” ubikayu di setiap lokasi penelitian, (4) melakukan survei ke petani, (5) mengevaluasi dampak dari kegiatan penelitian, (6) melakukan pelatihan budidaya ubikayu dan membuat demo plot beberapa varietas, (7) berkolaborasi dengan petani dalam memilih varietas yang sesuai dengan kondisi setempat, (8) melakukan investigasi hama dan penyakit pada ubikayu, serta (9) melakukan evaluasi pengelolaan lahan. Semoga, semua pihak yang terkait dalam mata rantai ubikayu mulai dari hulu sampai hilir dapat merasakan manfaat dari kegiatan penelitian ini.

KN