Berita » Produksi Umbi Terus Turun: DP3K Jambi Kunjungi Balitkabi

dp3kjambi3

Beberapa tahun terakhir, produksi dan kualitas panen ubikayu dan ubijalar di Kota Jambi sangat menurun. Penyebab utamanya adalah tidak adanya varietas unggul yang bisa ditanam. Akhirnya petani Jambi menanam stek yang berasal dari tanaman yang sudah beberapa generasi ditanam. Untuk itulah staf Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (DP3K) dan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Jambi berkunjung ke Balitkabi, Selasa, 27 Maret 2012.

Dalam sambutan penerimaan, Dr. M. Muchlis Adie, Kepala Balitkabi berharap, setelah kunjungan ke Balitkabi DP3K dan BPSB Jambi dapat mengembangkan varietas unggul yang telah dirakit peneliti Balitkabi dan dapat menggerakkan masyarakat Jambi sehingga mampu memproduksi aneka olahan dari umbi-umbian menjadi produk yang bernilai ekonomis. Menanggapi harapan Kepala Balitkabi, Drs. Azhari, pimpinan rombongan dari DP3K Jambi menyampaikan, “Saat peringatan Hari Pers Nasional Ke 27 yang diselenggarakan di Jambi, saya juga mendampingi ibu-ibu mengikuti pelatihan olahan yang dipandu oleh Ir. Erliana Ginting, MSc. Dan saat kunjungan Gubernur dan Bupati Jambi kemarin, Ibu-ibu Jambi sudah berhasil membuat aneka olahan dari umbi-umbian dan kacang-kacangan”.

Dr. M. Muchlish Adie, A. Winarto, dan para peneliti menerima kunjungan DP3K Jambi

Dalam paparannya sebelumnya, Achmad Winarto menjelaskan bahwa Balitkabi adalah penyedia benih sumber, penghasil teknologi aneka kacang-kacangan dan umbi-umbian. Hal prinsip yang disampaikan Pak Win adalah produksi benih sumber di Balitkabi sangat terbatas dibandingkan kebutuhan benih sumber secara nasional sehingga akan terjadi kompetisi yang sangat ketat. “Oleh karena itu manfaatkan website Balitkabi agar bisa memperoleh benih lebih cepat”, tutur Win.

Ir. St. A. Rahayungningsih, M.S., Pemulia Ubijalar, memaparkan varietas ubijalar yang cocok untuk dataran tinggi yaitu varietas Papua Solossa, Papua Patippi, dan Sawentar. Sedangkan ubijalar yang cocok untuk dataran rendah antara lain varietas Beta-1, Beta-2 (warna oranye, kaya betakaroten), Sukuh, Sari, Cangkuang, Sewu, dan Kidal. Sementara paparan varietas ubikayu disampaikan oleh Pemulia Ubikayu, Kartika Noerwijati, S.P., M.Si. Beliau memaparkan varietas ubikayu yang rasanya enak, cocok untuk dikonsumsi langsung antara lain Adira-1, Malang-1, dan Darul Hidayah. Sedangkan ubikayu yang rasa pahit (mengandung HCN) antara lain Adira-4, Malang-4, UJ-3, dan UJ-5, bisa dimanfaatkan untuk gaplek, chips, pati, tepung, tiwul, dan bahan baku etanol. “Setelah pemaparan materi oleh para peneliti, sekarang kami mempunyai gambaran varietas umbi-umbian yang cocok untuk  kami kembangkan di Jambi”, tegas Sukma Ridwan, S.P. (staf BPSB Jambi). Selain publikasi yang bisa dibawa pulang oleh tamu kunjungan, Dr. Titik Sundari, Pemulia Kedelai sekaligus pengelola UPBS (Unit Pengelolaan Benih Sumber) juga menghadiahkan stek ubijalar untuk dikembangkan di Jambi.

Rombongan DP3K Jambi mengamati aneka olahan pangan dari kacang-kacangan dan umbi-umbian di Lab. Pangan Balitkabi