Berita » TOT/Bimtek Produksi Benih Kedelai

bimtek

Untuk mendukung pencapaian program mandiri benih kedelai, Balitbangtan menyusun model mandiri benih dan program peningkatan kapasitas pelaku sistem produksi benih kedelai melalui Sekolah Lapang Desa Mandiri Benih (SL-MBK). Dengan peningkatan kompetensi produsen, calon produsen, petani, dan petugas pertanian yang bersifat interaktif maka penyediaan benih kedelai secara komunal melalui program Desa Mandiri Benih kedelai akan terlaksana secara bertahap dan UPBS di bawah naungan BPTP diharapkan dapat berperan mempercepat pengembangan VUB kedelai di daerah. Selain itu BBI, BBU, dan penangkar benih juga diharapkan dapat meningkatkan produksi benih sumber bermutu dan penyebaran VUB.

Dalam kerangka model Mandiri Benih Balitbangtan tersebut, Balitkabi melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Teknik Produksi Benih Kedelai pada tanggal 21−24 Maret 2016. Bimtek dibuka oleh Kapuslitbang TP (Dr. I Made Jana Mejaya), diikuti oleh penanggungjawab SL Mandiri Benih BPTP, calon pemandu, produsen atau calon produsen benih kedelai dari delapan provinsi (Jabar, Jateng, Jatim, NTB, Sultra, Sulsel, Jambi, dan Lampung), teknisi Kebun Percobaan lingkup Balitkabi, dan 24 orang peneliti pendamping SL untuk kedelapan provinsi.

Nara sumber berasal dari peneliti Balitkabi, Puslitbang TP (Dr. I Nyoman Widiarta), BBP2TP (Dr. Retno), Wadir UPBS Balitkabi (Dr. M. Muchlish Adie), serta BPSB Jawa Timur. Materi Bimtek yang disampaikan meliputi: (1) Konsep Mandiri Benih Kedelai, (2) Peran BPTP dalam Program Mandiri Benih Kedelai, (3) Prinsip-prinsip pengelolaan pasca panen untuk mempertahankan daya simpan benih kedelai, (4) Teknologi penyimpanan dan invigorasi, (5) Pengenalan dan karakteristik varietas unggul kedelai, (6) Teknologi produksi benih kedelai, (7) Pengawalan mutu benih, (8) Identifikasi hama dan pengendaliannya secara terpadu pada tanaman kedelai, (9) Biopestisida untuk pengendalian hama, (10) Identifikasi penyakit utama serta cara pengendaliannya, (11) Biopestisida untuk pengendalian penyakit kedelai, (12) Pengenalan dan pengelolaan gulma pada kedelai, (13) Teknologi pascapanen pada produksi benih kedelai, (14) Sertifikasi benih kedelai, (15) Kelembagaan perbenihan kedelai di Indonesia, dan (16) Praktek seleksi/roguing, pemurnian pertanaman dan prosesing benih.

Materi disampaikan dalam bentuk klasikal dilanjutkan dengan diskusi. Praktek roguing dan seleksi dilaksanakan di lapang dan di gudang prosesing UPBS. Peserta sangat antusias merespon materi yang disampaikan oleh para narasumber, sehingga dapat memperjelas model mandiri benih yang akan dilaksanakan, informasi teknologi yang disampaikan, serta pemecahan masalah lapang yang dihadapi. Stabilitas harga masih menjadi topik hangat diskusi dan sulit untuk sampai pada solusi praktis karena hal tersebut merupakan ranah kebijakan dan di luar wewenang satker teknis seperti Balitkabi. Beberapa hal yang mengemuka pada saat diskusi dan memerlukan tindak lanjut diantaranya adalah tentang sistem informasi (SI) UPBS, infrastruktur penyimpanan benih di UPBS BPTP, koordinasi tenaga pendamping Balit dan penanggungjawab kegiatan SL-MBK di BPTP, pembuatan database produsen benih, distribusi/pemasaran benih hasil program mandiri benih, sinergisme program antara Ditjen TP dengan BPTP/Balit, dan persiapan menuju era mekanisasi pada budidaya kedelai. Kegiatan diakhiri dengan koordinasi antara pengawal mandiri Benih dari BPTP dengan pendamping dari Balitkabi untuk masing-masing provinsi.

Pada saat penutupan, Kepala Balitkabi yang diwakili oleh Dr. M. Muchlish Adie menyampaikan bahwa Mandiri Benih, yang berarti ketersediaan atau kecukupan benih, adalah hal yang sangat penting dan merupakan program pemerintah yang telah dituangkan dalam Nawa Cita sehingga harus sukses. Pengawal Mandiri Benih harus segera berkoordinasi dengan instansi terkait. Pengawal dan pendamping harus segera berkoordinasi dan bergerak karena musim tanam kedelai sangat terbatas. Pendampingan dengan pola SL merupakan pola yang diharapkan dapat mengatasi segala permasalahan di lapang.


Peserta Bimtek (kiri) dan kegiatan penyampaian materi Bimtek (kanan).


Praktek roguing dan peninjauan kegiatan UPBS Balitkabi.

NN