Berita ยป Transfer Teknologi Budi Daya Kedelai di Makorem Madiun

korem2Pembekalan teknologi budi daya kedelai dalam rangka pendampingan program pengembangan produksi kedelai PATB 2018 untuk anggota TNI telah dilakukan di Auditorium Makorem 081/DSJ Madiun pada tanggal 16 Maret 2018.

Peserta pembekalan adalah para Danramil, Pasiter Kodim, dan Babinsa se wilayah Korem 081/DSJ Madiun (Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, Ngawi, Magetan, dan Madiun), sejumlah sekitar 245 orang. Sebagai nara sumber adalah dari Balitbangtan, dalam hal ini Balitkabi Malang (Prof. Dr. Didik Harnowo) dan dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur (Ibu Ir. Dani, M.M.), serta dari Direktorat Akabi.

Acara dibuka oleh Komandan Korem 081/DSJ Madiun (Kolonel Inf. R. Sidharta Wisnu Graha). Komandan Korem menyatakan antara lain: TNI harus berada di baris terdepan dalam mengawal dan menyukseskan berbagai program pemerintah, termasuk program peningkatan produksi pangan nasional padi-jagung-kedelai (Pajale).

Hal ini penting karena pangan merupakan kebutuhan dasar manusia tanpa kecuali. Terpenuhinya pangan, baik secara kuantitas maupun kualitas akan berdampak pada stabilitas sosial dan bahkan pada keamanan nasional, sementara tetap tegaknya NKRI adalah harga mati. Oleh karena itu, lanjut Komandan Korem, tidak ada kata lain kecuali kita harus bekerja keras dan serius, semangat tinggi, dan jujur dalam setiap aspek dan langkah dalam mengawal program dan kegiatan di lapangan.

Khusus mengenai kedelai, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian telah menargetkan swasembada pada tahun 2018. Selain itu, tahun 2018 juga telah ditetapkan sebagai tahun benih. Oleh karena itu, tambah Komandan Korem 081 Madiun, kita harus secara maksimal mengusahakan agar hasil biji kedelai pertanaman bulan Maret hingga awal April ini harus menjadi benih bermutu sehingga nantinya dapat digunakan untuk benih pada pertanaman musim berikutnya (musim kemarau).

Danrem Madiun akan menerapkan reward bagi prajurit yang serius dan sukses, dan punishmment bagi prajurit yang tidak komit dan menyimpang dari aturan main yang telah ditetapkan. Terkait dengan hal ini, koordinasi dengan pihak-pihak terkait, terutama dengan Dinas Pertanian setempat, menjadi sangat penting dan harus dioptimalkan.

Prof. Dr. Didik Harnowo menyampaikan secara gamblang teknik budi daya kedelai yang baik, untuk lahan sawah maupun lahan kering, meliputi penyiapan benih dan lahan, penanaman, perawatan tanaman (pengairan, penyiangan, pengendalian hama/penyakit, dan pemupukan) serta panen dan pacapanen kedelai.

Ditekankan antara lain pentingnya aspek pengelolaan tanaman (manajemen) secara optimal dalam usahatani kedelai untuk tercapainya hasil biji kedelai secara maksimal. Lebih lanjut dijelaskan bahwa ada tiga hal yang tidak boleh dilupakan untuk suksesnya program peningkatan produksi kedelai ini yakni tercapainya luas tanam sesuai target, keragaan tanaman yang optimal di lapangan, dan capaian hasil biji yang maksimal.

Oleh karena itu, Didik Harnowo menambahkan, para petani pelaksana (petani penerima manfaat dari kegiatan ini) perlu terus didampingi dan disemangati dalam rangka mendukung suksesnya program peningkatan produksi kedelai nasional menuju swasembada.

Pada saat penutupan, Komandan Korem 081/DSJ Madiun sangat berterima kasih kepada Direktorat Akabi, Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, dan Balitbangtan (dalam hal ini Balitkabi Malang), atas terselenggaranya acara ini, lebih khusus terhadap telah dilakukannya transfer teknologi budi daya kedelai kepada anggota TNI yang hadir pada acara ini, sehingga mereka kini menjadi lebih paham tentang bagaimana teknik budi daya kedelai yang baik, baik di lahan sawah maupun di lahan kering.

korem3

Danrem Madiun (kiri) dan foto bersama para narasumber (kanan).

DH