Berita » TSP dan TTP Merubah “Green Revolution” menjadi “Blue Revolution”

Sesuai dengan tema raker Balitbangtan tanggal 30–31 Oktober 2015 di Bogor yang menekankan “Percepatan Hilirisasi Inovasi Pertanian Modern untuk Mewujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan”, telah dibahas diantaranya kemajuan dan rencana pembangunan Taman Sains Pertanian (TSP) dan Taman Teknologi Pertanian (TTP).

Pembanguan TSP dan TTP dimandatkan kepada Kementerian Pertanian (yang selanjutnya ditugaskan kepada Balitbangtan). Dalam kurun waktu 2014–2019 dibangun sebanyak 17 TSP (Agro Science Park) dan 26 TTP (Agro Techno Park).

Keberadaan TSP dan TTP sangat strategis sebagai langkah nyata merubah paradigma pertanian dari “Green Revolution” menjadi “Blue Revolution” berbasis Sistem Pertanian Bioindustri Berkelanjutan (SPBB). Salah satu ciri utama SPBB adalah diterapkannya secara iteratif prinsip LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) hingga mencapai kondisi ideal “Zero Waste”.

Oleh karena itu kuantifikasi hubungan antara komponen sistem dalam SPBB yang secara fisik tercermin dalam perspektif Agro Ekosistem berdasarkan tolok ukur:

  1. Produktivitas,
  2. Stabilitas,
  3. Keberlanjutan,
  4. Kemerataan (pendapatan) pada (Gambar 1).  Dilaporkan hingga 2015, TSP dan TTP yang dibangun umumnya masih belum melengkapi kuantifikasi hubungan antara komponen dalam sistem TSP dan TTP sehingga sulit dihitung kelayakan finansialnya (NPV, B/C, IRR).
Gambar. Tolok ukur kinerja relatif pengembangan “Sistem Pertanian Bioindustri berbasis Tanaman Pangan” sesuai pendekatan agro-ekosistem. Sumber: Suryanata et al. 1988. Belajar dari perkembangan pembangunan TSP dan TTP yang sudah dimulai sejak 2015, konsep Jakstranas IPTEK perihal “Pangan dan Energi Terbarukan” guna mewujudkan ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan dan energi, maka pada tahun 2016 Balitkabi akan melaksanakan pembangunan TSP berdasarkan pendekatan sistem dinamik (System Dynamic Approach), meskipun belum sempurna.

Gambar. Tolok ukur kinerja relatif pengembangan “Sistem Pertanian Bioindustri berbasis Tanaman Pangan” sesuai pendekatan agro-ekosistem. Sumber: Suryanata et al. 1988. Belajar dari perkembangan pembangunan TSP dan TTP yang sudah dimulai sejak 2015, konsep Jakstranas IPTEK perihal “Pangan dan Energi Terbarukan” guna mewujudkan ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan dan energi, maka pada tahun 2016 Balitkabi akan melaksanakan pembangunan TSP berdasarkan pendekatan sistem dinamik (System Dynamic Approach), meskipun belum sempurna.

IKT