Berita » Ubi Jalar Oranye Tinggi Kalium

Menurut Badan Pangan Dunia (FAO) dengan semakin meningkatnya jumlah penduduk maka kekurangan vitamin dan mineral (Hidden hunger) merupakan issue penting dunia. Salah satunya adalah kekurangan kalium (hipokalemia). Kekurangan unsur ini dapat menyebabkan kelemahan otot, hipertensi, cardiovascular/jantung, dan kelumpuhan bahkan kematian.  ubi jalar berpotensi sebagai komoditas sumber mineral, terutama kalium, namun informasi genetik mengenai hal itu masih sangat terbatas, selain itu usaha perakitan varietas terkendala oleh adanya sifat self-incompatibility, cross-incompatibility dan sterility yang menghambat persilangan pada  ubi jalar.

Dr. Febria, pemulia  ubi jalar Balitkabi, menyampaikan hasil penelitian  ubi jalar pada acara seminar internal Balitkabi tanggal 12 September 2017 di Aula Balitkabi. Hasil penelitian yang diperoleh antara lain: (1) Klon-klon berpotensi hasil tinggi dan klon-klon yang memiliki kadar kalium tinggi mempunyai jarak genetik yang cukup jauh, (2) Berdasarkan keragaman genetik hasil tinggi kaya kalium hasil persilangan yang kompatibel, diperoleh 20 klon yang mempunyai bobot umbi rata-rata >800 g dan kadar kalium ≥1,9%. Duabelas klon berdaging umbi oranye, tujuh kuning, dan satu putih, (3) Sebagian besar klon terseleksi yang mengandung kalium tinggi mempunyai ciri daging umbi oranye. Hal ini mengindikasikan klon umbi oranye cenderung mengandung kalium lebih tinggi. Namun umbi oranye memiliki kadar air tinggi dan kadar bahan kering rendah.

Kebaruan (novelty) dari hasil penelitian yang dilakukan Dr. Febria adalah:

  1. Konsep baru tingkat inkompatibilitas pada ubi jalar berdasarkan persentase kecambah normal, yaitu compatible = % kecambah normal >20%, 10–20% partial compatible, <10% very incompatible dan full incompatible = tidak tumbuh sama sekali.kalium
  2. Penanda/marka genetik kadar kalium pada  ubi jalar

kalium1

  1. Pemanfaatan varietas Beta 2 sebagai tester untuk hasil dan kalium tinggi.

kalium2

WR