Berita » Uji Dena 1 Dan Dena 2 di Bawah Naungan

a_dena_1

Kedelai Dena 1 dan Dena 2, merupakan calon varietas unggul baru. Keduanya toleran naungan. Sebelum diusulkan untuk dilepas kepada masyarakat sebagai varietas unggul, Dena 1 dan Dena 2 diujicoba di lahan petani dengan pola tanam tumpangsari jagung-cabe-kedelai di Kecamatan Binangun, Blitar dengan tujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasilnya serta tanggapan petani. Kecamatan Binangun menjadi bidikan uji coba karena: 1) Petani sudah turun menurun menanam kedelai, 2) Pola tanam yang ada di wilayah tersebut tumpangsari jagung-cabe-kedelai, yang berpotensi mengalami persaingan cahaya.

Kondisi tumpangsari Jagung-Cabe-Kedelai Dena 1 dan 2.

Dena 1 dan Dena 2 ditanam pada 7 Februari 2013 di lahan Pak Sugito, seorang penangkar benih. Polatanamnya mengikuti pola tanam yang sudah biasa diterapkan, yaitu tumpangsari jagung-cabe-kedelai. Dena 1 ditanam dengan pola tumpangsari jagung-cabe-kedelai di bawah tegakan tanaman kelapa, sedang Dena 2 dengan pola tanam yang sama, tetapi di bawah tegakan bambu. Lahan di lokasi ini biasa ditanami varietas Anjasmoro tetapi tidak mampu berpolong.

Kedelai calon varietas unggul baru tahan naungan Dena 1 dan 2.

Saat peneliti Balitkabi melakukan pemeriksaan lapangan pada 6 dan 16 Maret 2013, ternyata Dena 1 dan Dena 2 mampu menghasillkan polong meskipun ditanam di tempat yang ternaung. Menurut petani, penampilan Dena 1 sangat baik, tanamannya tinggi, tidak rebah, jumlah polong banyak, ukuran polong besar, dan umur genjah. Demikian juga dengan Dena 2. Dena 2 lebih pendek dibandingn Dena 1. Selain keunggulan itu, menurut petani Dena 1 dan Dena 2 tidak mengalami berubah ukuran bijinya meski ditanam di bawah naungan. Respon ini berbeda dengan varietas yang biasa ditanam petani. Menurut informasi dari petani, bahwa varietas yang ditanam selama ini mengalami perubahan ukuran biji kalau ditanam di bawah naungan.

Berdasarkan kriteria yang diinginkan petani, yaitu kedelai yang tinggi, tidak rebah, jumlah polong banyak, ukuran polong besar, dan umur genjah, maka petani penanam Dena 1 dan Dena 2 ini memprediksi bahwa Dena 1 dan Dena 2 mampu berkembang di wilayah tersebut (Kec. Binangun, Kab. Blitar), terutama untuk memanfaatkan lahan-lahan di bawah tegakan yang tidak cocok untuk varietas-varietas yang biasa ditanam seperti Anjasmoro dan Grobogan. Bahkan petani sudah minta benih Dena 1 dan Dena 2 untuk diperbanyak sebagai bahan tanam musim berikutnya.

Sundari dan Purwantoro/AW