Berita ยป Uji Profisiensi Laboratorium Penguji Balitkabi Tahun 2020

Berada di era globalisasi, komersialisasi produk industri, jasa maupun komoditas harus memperhatikan kualitas dan standar mutu. Dalam upaya menjamin kualitas suatu produk dan jasa/layanan yang berlaku internasional, diperlukan tiga elemen kunci, yaitu sistem akreditasi, pelaksanaan prosedur kontrol kualitas internal serta keikutsertaan dalam uji profisiensi antar laboratorium.

Yang terakhir ini sedang dilakukan oleh dua Laboratorium Balitkabi yaitu Laboratorium Tanah dan Tanaman serta Laboratorium Uji Mutu Benih selama bulan Juni-Juli 2020. Uji Profisiensi (UP) berdasarkan SNI ISO/IEC 17043:2010 merupakan suatu kegiatan penilaian kinerja suatu laboratorium pengujian yang dilakukan dengan cara uji banding antar laboratorium dengan menggunakan kriteria penilaian yang telah ditentukan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengendalian mutu eksternal laboratorium untuk memantau keabsahan pengujian yang dilaksanakan minimal satu kali dalam setahun.

Tahun ini, Laboratorium Tanah dan Tanaman Balitkabi bersama 81 laboratorium lainnya kembali mengikuti UP yang diselenggarakan oleh Penyelenggara Uji Profisiensi (PUP) Balai Penelitian Tanah. Pengujian meliputi tiga komoditas yaitu tanah, tanaman dan pupuk organik. Parameter pengujian tanah meliputi : pH (H2O dan KCl), C-Organik, N-total, P-Tersedia, Nilai Tukar Kation (Ca, Mg, K, Na) serta Al-dd dan H-dd). Parameter pengujian tanaman meliputi : Total (N, P, K, Ca, Mg, N, S, Fe, Mn, Cu, dan Zn) dan untuk pupuk organik meliputi : pH, C-Organik, P-total, dan Fe-total.

Uji profisiensi juga diikuti Laboratorium Uji Mutu Benih Balitkabi dengan penyelenggara PUP Balai Besar Pengembangan Pengujian mutu Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBMBTPH), bersama 54 laboratorium lainnya. Pengujian dilakukan pada komoditas benih padi (Oryza Sativa) dan cabe (Capsicum sp.), didasarkan atas pertimbangan sebagai komoditas prioritas/unggulan laboratorium benih dan ketersediaan benih yang dapat terpenuhi oleh PUP. Parameter pengujian meliputi : Kadar Air, Analisis Kemurnian dan Daya Berkecambah.

Pengujian contoh dilakukan sesuai dengan metoda uji yang diberikan oleh laboratorium penyelenggara UP. Hasil analisis kemudian dilaporkan dan akan dilakukan pengolahan data oleh PUP. Hasil evaluasi uji profisiensi akan dikategorikan menjadi tiga golongan yaitu sesuai (inlier), diperingatkan dan outlier. Inlier berarti hasil pengujian yang dilakukan laboratorium telah sesuai. Laboratorium yang mendapatkan penilaian diperingatkan dan (outlier/pencilan) harus segera melakukan upaya pencarian akar masalah penyebab ketidaksesuaian pengujian, serta melakukan analisis ulang hingga mencapai hasil inlier kemudian diarsipkan sebagai dokumen kaji ulang manajemen laboratorium.

prof prof1
Uji Profisiensi tahun 2020 di Laboratorium Tanah dan Tanaman Balitkabi
prof2 prof3
Uji Profisiensi tahun 2020 di Laboratorium Uji Mutu Benih Balitkabi

AA