Berita » Upaya Peningkatan Produksi Kedelai di Kabupaten Madiun

madiun

Kebutuhan terhadap komoditi kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun karena komoditas ini mempunyai banyak fungsi, baik sebagai bahan pangan utama, pakan ternak maupun sebagai bahan baku industri skala besar hingga skala kecil atau rumah tangga. Rata-rata kebutuhan kedelai setiap tahun mencapai 2,3 juta. Namun demikian, tampaknya produksi kedelai dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan secara baik. Produksi kedelai dalam negeri baru mampu memenuhi kebutuhan sekitar 40−45%, dan kekurangannya sebesar 55−60% harus diimpor. Upaya pencapaian produksi kedelai untuk swasembada melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Terpadu, Pembinaan Swadaya Petani, dan peningkatan Intensitas Tanam (IP) dilakukan di lahan produktif (lahan sawah), sedang perluasan areal yang dibidik adalah lahan kering/kering masam, pasang surut, serta lahan perkebunan dan hutan yang belum produktif. Upaya peningkatan produksi kedelai ini harus didukung oleh berbagai pihak, bukan hanya tugas kementerian Pertanian saja tetapi terkait dengan Kementerian lain seperti: Kementerian Perdagangan (pembatasan impor dan tarif impor), BUMN (Bulog) sebagai penyangga hasil panen dengan harga yang layak. Berdasarkan pengalaman upaya peningkatan produksi ini sangat berat, salah satu penyebabnya adalah harga kedelai semakin tidak kompetitif dengan harga tanaman pangan lainnya.

Demi tercapainya swasembada kedelai, maka dilakukan Sosialisasi Peningkatan Produksi Kedelai, dalam Program Peningkatan Produksi, Produktivitas, dan Mutu Hasil Tanaman Kedelai yang bertujuan untuk percepatan produksi kedelai, pemahaman bantuan pemerintah dalam rangka peningkatan produksi, dan langkah kongkrit dalam rangka pelaksanaan UPSUS peningkatan produksi kedelai. Sosialisasi dilaksanakan di MAKODIM Kabupaten Madiun pada tanggal 18 Maret 2016, diikuti oleh 120 peserta terdiri dari para Kelompok Tani, Mantri Pertanian, Administratur Perum Perhutani, Babinsa dan Komandan Koramil. Sebagai Nara Sumber adalah dari Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Jawa Timur dan Prof. Dr. Marwoto dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi.

Komandan Kodim 0803 Madiun yaitu Rachmad Fikri menegaskan bahwa TNI sangat mendukung program UPSUS kedelai untuk mencapai swasembada pangan. TNI terus berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait UPSUS untuk dapat lebih mengetahui program peningkatan produksi pangan. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir. Nadjib, M.M. memaparkan bahwa di Kabupaten Madiun target program peningkatan produksi kedelai dilaksanakan melalui GP-PTT seluas 2.300 ha dan PAT seluas 1.014 ha, total program pengembangan kedelai 3.314 ha diluar program swadaya yang dilaksanakan petani secara mandiri. Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi menyampaikan dalam program UPSUS kedelai di Indonesia, Jawa Timur merupakan pemasok produksi kedelai nomor satu namun tingkat produktivitasnya masih rendah yaitu di peringkat keempat, oleh karena itu produktivitas kedelai di Jawa Timur harus ditingkatkan. Upaya peningkatan produktivitas merupakan fungsi dari Genetik, Lingkungan dan Manajemen. Pemilihan varietas unggul merupakan pertimbangan dari sisi Genetik, dari sisi lingkungan kita harus menerapkan teknologi spesifik lokasi, sedang dari sisi manajemen pemeliharaan sesuai dengan teknik budidaya harus dilakukan sesuai anjuran, demikian Prof. Dr. Marwoto menegaskan untuk peningkatan produksi kedelai.


Sosialisasi Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Kedelai di MAKODIM 0803 Madiun.

MWT