Berita » Upaya Peningkatan Produktivitas Kedelai di Lahan Sawah dan Lahan Kering di NTB

Produksi kedelai dalam negeri, hingga tahun 2015 yang lalu baru dapat memenuhi kebutuhan nasional sekitar 40%, yang disebabkan oleh kurangnya luas areal panen dan produktivitas yang masih jauh dibawah potensi varietas yang ditanam.

Untuk meningkatkan produksi kedelai melalui intensifikasi dan perluasan areal panen, kita mempunyai beragam jenis lahan dan varietas yang bila dapat dimanfaatkan dengan optimal yang akan mampu meningkatkan produksi untuk mencapai swasembada.

Peneliti Muda Balitkabi sebagai nara sumber Budidaya Kedelai di Pelatihan Diklat Penyuluh di Balai Diklat Pertanian di Nusa Tenggara Barat.

Peneliti Muda Balitkabi sebagai nara sumber Budidaya Kedelai di Pelatihan Diklat Penyuluh di Balai Diklat Pertanian di Nusa Tenggara Barat.

Berbagai jenis lahan yang tersedia untuk pengembangaan kedelai diantaranya adalah lahan sawah, tegal, kering beriklim kering, kering masam, pasang surut, dan perkebunan muda. Untuk mencapai swasembada kedelai, luas areal panen kedelai yang kini hanya sekitar 700 ribu ha perlu diperluas hingga dapat mencapai sekitar 1,5 juta ha, dengan tingkat produktivitas 1,75 t/ha.

Luas lahan kedelai di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama 6 tahun terakhir (2008−2014) relatif stabil yaitu antara 70.000 ha sampai 85.000 ha dengan produksi berkisar 90.000 ton. Varietas yang banyak digunakan di NTB adalah Anjasmoro, Burangrang dan Wilis.

Penyerahan buku Budidaya Kedelai di berbagai Agroekosistem oleh Herdina Pratiwi (kiri), peserta Diklat Penyuluh Pertanian se NTB (tengah), penyerahan buku Hama dan Penyakit Kedelai oleh Alfi Inayati (kanan).

Penyerahan buku Budidaya Kedelai di berbagai Agroekosistem oleh Herdina Pratiwi (kiri), peserta Diklat Penyuluh Pertanian se NTB (tengah), penyerahan buku Hama dan Penyakit Kedelai oleh Alfi Inayati (kanan).

Rencana pengembangan kedelai nasional dilaksanakan di NTB. Untuk meningkatkan produktivitas dan produksi kedelai di NTB, pada tahun 2016 direncanakan luas tanam 86.494 ha, luas panen 82.375 ha ,dengan tingkat produktivitas 19,19 kw/ha dan produksi 158.043 ton.

Upaya pencapaian target peningkatan produktivitas tanaman kedelai cukup berat, dan oleh karena itu Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengadakan pelatihan Peningkatan Produksi Kedelai bagi penyuluh pertanian se Provinsi NTB.

Pelatihan diselenggarakan di Balai Diklat Pertanian Provinsi NTB pada tanggal 19‒25 Juli 2016, pelatihan diikuti oleh 30 orang penyuluh pertanian se Provinsi NTB.

Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) mendapat suatu kehormatan dan kepercayaan untuk menjadi nara sumber dalam acara pelatihan tersebut, dengan materi “Budidaya Kedelai Spesifik Lokasi di Lahan Sawah dan Lahan Kering”.

Sebagai narasumber dipercayakan kepada peneliti muda Balitkabi Herdina Pratiwi, S.P., M.P. (peneliti budidaya kedelai), Alfi Inayati, S.P., M.P. (peneliti hama dan penyakit), yang didampingi Koordinator Penelitian Komoditas Kedelai Prof. Dr. Marwoto.

Pada kesempatan ini Tim Balitkabi menyerahkan file draft brosur Budidaya Kedelai di Lahan Sawah dan Budidaya Kedelai di Lahan Kering kepada Kepala Balai Diklat Pertanian Provinsi NTB untuk dikoreksi dan diperbanyak sebagai bahan penyuluhan.

Disamping itu, kepada para penyuluh peserta pelatihan dibagikan buku:

  1. Budidaya Kedelai di Berbagai Agroekosistem,
  2. Identifikasi Hama, Penyakit dan Kahat Hara pada Tanaman Kedelai dan Cara Pengendaliannya, dan
  3. Prinsip-prinsip Produksi Benih Kedelai.

MWT/AI/HP